Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

190 Kali Kebakaran Dalam Tiga Bulan, 85 Hektare Lahan Terbakar di Karimun

Sandi Pramosinto • Rabu, 1 April 2026 | 17:25 WIB
PETUGAS Damkar sedang melakukan pemadaman kebakaran lahan di Pulau Karimun. F Istimewa
PETUGAS Damkar sedang melakukan pemadaman kebakaran lahan di Pulau Karimun. F Istimewa

 

Batampos - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadaman Kebakaran (BPBD Damkar) Kabupaten Karimun mencatat selama tiga bulan terakhir telah terjadi 190 kali kebakaran. Sebagian besar kebakaran terjadi di lokasi lahan atau hutan.

Kepala BPBD Damkar Kabupaten Karimun, Dedi Sahori melalui Kabid Damkar dan Penyelamatan, Hendra Hidayat yang dikonfirmasi Batam Pos, Selasa (31/3) mengatakan, jika dilihat perkembangan kasus kebakaran di Pulau Karimun selama tiga bulan terakhir memang cukup mengkhawatirkan.

''Sampai bulan ini kita mencatat ada 190 kali kebakaran. Tidak hanya lahan atau hutan, tapi juga kebakaran bangunan. Hanya saja persentase kebakaran bangunan sedikit. Hanya 7 kali. Selebihnya itu 183 kali itu kebakaran lahan atau hutan. Luas yang terbakar mencapai 85 hektar,'' ujarnya.

Banyaknya jumlah kebakaran dalam tiga bulan terakhir, tambahnya, diduga ada unsur kesengajaan. Artinya, awalnya hanya membuka lahan, namun karena dibiarkan jadi meluas. Selain itu, bukan tidak mungkin jumlah kebakaran akan bertambah dengan kondisi panas ekstrim saat ini.

''Untuk bulan ini saja jumlah kebakaran sudah mencapai 65 kali. Artinya, dalam satu hari bisa terjadi kebakaran di beberapa lokasi yang berbeda. Tentunya, kami tidak bisa melayani sekaligus dalam satu waktu. Ditambah lagi mobil "tempur" yang kami miliki hanya ada satu unit. Dan ditambah dengan 2 unit mobil suplai air yang juga terkadang digunakan untuk menyemprot kebakaran. Dua unit mobil "tempur" kami sedang rusak,'' terangnya.

Baca Juga: Bintan Serahkan LKPD Unaudited 2025 Tepat Waktu ke BPK RI Perwakilan Kepri

Akibat banyaknya lokasi kebakaran dalam satu hari, kata Hendra, laporan dari masyarakat kepada pihaknya tidak bisa langsung direspon. Karena, ketika ada satu laporan kebakaran, tim langsung bergerak ke lokasi. Kemudian ditengah perjalanan ada lagi laporan kebakaran yang masuk ke posko di lokasi lain. Tentunya tidak bisa langsung ditangani.

''Artinya, bukan kami lambat tapi kejadian kebakaran yang di lokasi berbeda serta keterbatasan mobil Damkar. Seperti pada Senin (30/3/2026) ada lima lokasi kebakaran sampai tengah malam. Pemberitahuan pertama tim langsung gerak bersama dua unit mobil suplai air. Kemudian, ada telpon masuk ke posko mengabarkan ada kebakaran ditempat lain. Sehingga, dengan keterbatasan sarana tim tidak bisa sekaligus turun ke lokasi yang berbeda. Untuk itu, kami juga berharap masyarakat bisa membantu untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan,'' ungkapnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#karhutla #kebakaran lahan