Batampos - Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial N, 48, warga Kecamatan Karimun, ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar tidurnya, Selasa (21/4/2026) pagi. Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh anak korban sendiri.
Korban diketahui menjadi salah satu peserta jemaah calon haji (JCH) asal Karimun yang akan berangkat Rabu (22/4/2026) besok.
Kapolsek Tanjungbalai Karimun, AKP Andri Yusri, menjelaskan berdasarkan keterangan anak korban yang menjadi saksi, MK, kejadian bermula pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, MK terbangun untuk makan dan sempat berkomunikasi dengan ibunya.
"Saksi Mk bangun tidur pukul 02.00 WIB itu untuk makan malam. Kemudian mendengar suara pintu dan saksi memanggil korban. "Mak", lalu ibunya menjawab "iya sayang". Saksi kembali bertanya "mamak dimana dan ngapain"," papar Andri.
Baca Juga: Tim KKP Usulkan Lokasi KNMP Air Bini Lebih Dekat ke Laut
Dia menambahkan, ibunya sempat menjawab. "Di sini dan tidak ada buat apa - apa. Saksi juga sempat melihat ibunya memegang kursi plastik warna hijau. Lalu ia kembali tidur," tambah Andri.
Namun, pada pukul 06.30 WIB, MK kembali terbangun setelah mendengar pintu kamar ibunya diketuk oleh anggota keluarga lain, yakni kakak dan tantenya. Meski dipanggil berulang kali, tidak ada jawaban dari dalam kamar.
MK kemudian keluar rumah dan mengintip melalui jendela kamar. Ia mendapati ibunya sudah dalam kondisi tergantung di belakang pintu kamar.
"Melihat kejadian itu, saksi langsung berlari masuk ke rumah sambil menangis dan memberitahukan kepada keluarga. Pintu kamar kemudian didobrak dan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," jelasnya.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Sekitar pukul 07.30 WIB, petugas bersama Unit Inafis Polres Karimun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau kejanggalan," tambah Andri.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Muhammad Sani untuk dilakukan visum oleh dokter forensik. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi, dan jenazah telah diserahkan untuk dimakamkan.
Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun, korban diketahui merupakan salah satu calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Karimun yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
Baca Juga: Satu Orang Meninggal dan 7 Motor Rusak, Pengemudi Avanza Terancam Hukuman hingga 12 Tahun Penjara
Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Karimun, Muliadi, membenarkan informasi tersebut. Ia menyampaikan duka cita kepada keluarga korban.
“Kami sudah bertakziah ke rumah duka. Terkait penyebab kematian, kita menunggu hasil dari pihak berwenang,” ujarnya.
Dengan meninggalnya korban, jumlah CJH asal Karimun berkurang satu orang menjadi 120 jemaah. Selanjutnya, kuota tersebut akan digantikan oleh jemaah cadangan sesuai nomor urut.
"Proses pembatalan sedang berjalan dan akan digantikan oleh jemaah cadangan yang telah melunasi. Untuk saat ini, calon pengganti berasal dari Kota Batam," tutup Muliadi. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak