Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pasien Tak Dapat Makan Selama 10 Hari, Bupati Karimun Sidak RSUD Tanjungbatu

Slamet Nofasusanto • Kamis, 30 April 2026 | 19:30 WIB
BUPATI Tanjungbalai Karimun, Iskandarsyah saat sidak ke kamar pasien di RSUD Tanjungbatu. F Sandi Pramosinto/Batam Pos
BUPATI Tanjungbalai Karimun, Iskandarsyah saat sidak ke kamar pasien di RSUD Tanjungbatu. F Sandi Pramosinto/Batam Pos

Batampos - Bupati Karimun, Iskandarsyah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Tanjungbatu, Kecamatan Kundur, Kamis (30/4/2026). Sidak ini dilakukan sebagai respons cepat atas laporan adanya pasien rawat inap yang tidak mendapatkan makanan selama 10 hari.

“Kami sidak untuk menindaklanjuti keluhan warga dan memastikan kualitas pelayanan kesehatan publik tetap prima, sekaligus memantau fasilitas di RSUD Tanjungbatu,” ujar Iskandarsyah.

Dalam sidak tersebut, Bupati juga melakukan evaluasi terhadap kinerja manajemen rumah sakit, khususnya terkait dugaan kelalaian pelayanan dasar kepada pasien.

Baca Juga: TikTok Luncurkan TikTok GO by Tokopedia, Hubungkan Konten ke Kunjungan Nyata

Menurutnya, kejadian tersebut tidak seharusnya terjadi di fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah. Ia pun mengingatkan seluruh jajaran rumah sakit agar lebih responsif dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“Jika ada kendala dalam proses pengajuan atau pencairan anggaran, segera sampaikan kepada pemerintah daerah agar bisa cepat diatasi,” tegasnya.

Iskandarsyah menjelaskan, anggaran operasional RSUD Tanjungbatu tahun 2026, termasuk untuk kebutuhan makan minum pasien dan bahan bakar ambulans laut, telah dialokasikan sebesar Rp7,94 miliar. Ia menekankan pentingnya pengelolaan anggaran secara transparan dan akuntabel.

Selain itu, Pemkab Karimun juga masih menanggung beban tunda bayar sejak 2024 sebesar lebih dari Rp4,7 miliar. Untuk tahun ini, pemerintah daerah telah menganggarkan sekitar Rp3 miliar guna menyelesaikan kewajiban tersebut.

“Pengelolaan rumah sakit memang membutuhkan biaya besar. Namun, pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Tanjungbatu, dr. Suharyanto, mengakui adanya kendala dalam penyediaan makanan bagi pasien. Ia menyebut, pihaknya tidak menerima laporan dari bagian gizi terkait habisnya bahan makanan di dapur rumah sakit.

Baca Juga: Australia Eliminasi Trachoma, Jadi Negara ke-30 yang Bebas Penyakit Penyebab Kebutaan

“Bagian gizi tidak melaporkan kepada saya bahwa stok bahan makanan habis. Penyebabnya, pihak ketiga tidak melakukan suplai karena keterlambatan pembayaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika informasi tersebut disampaikan lebih awal, manajemen rumah sakit dapat segera mencari solusi agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan.

Selain persoalan makanan, pihak RSUD juga mengakui belum mampu mengoperasikan ambulans laut secara optimal karena keterbatasan pendapatan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Pemerintah Kabupaten Karimun menegaskan akan terus berkomitmen meningkatkan pelayanan, sarana, dan prasarana di RSUD Tanjungbatu sebagai upaya jangka panjang dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Iskandarsyah #rsud tanjungbatu #pemkab karimun