Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Nelayan Tradisional di Karimun Keluhkan Sulitnya Dapat BBM Subsidi

Sandi Pramosinto • Sabtu, 9 Mei 2026 | 15:31 WIB
Kapal-kapal nelayan tradisional berukuran kecil sedang ditambat di salah satu pinggir laut Coastal Area. F. Sandi Pramosinto/Batam Pos
Kapal-kapal nelayan tradisional berukuran kecil sedang ditambat di salah satu pinggir laut Coastal Area. F. Sandi Pramosinto/Batam Pos

batampos – Nelayan tradisional di Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, masih mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi karena belum tersedianya stasiun pengisian bahan bakar bagi nelayan (SPBB) di wilayah tersebut.

Kepala UPT Cabang Dinas Perikanan Provinsi Kepri di Tanjungbalai Karimun, Yopa Apriazir, mengatakan kondisi itu membuat nelayan kecil dengan kapal di bawah 5 gross ton (GT) terpaksa membeli BBM dari kios atau pengecer dengan harga lebih mahal.

“Nelayan di Kecamatan Meral Barat sampai sekarang masih membeli BBM eceran karena belum ada SPBB di laut,” ujarnya, Jumat (8/5).

Baca Juga: Bintan Bidik PAD Baru, Usulkan Pelabuhan Gentong dan Pasir Romet Jadi Pelra

Menurut Yopa, kondisi berbeda terjadi di Kecamatan Karimun, Meral, dan Tebing yang sudah memiliki SPBB sehingga nelayan bisa langsung membeli BBM bersubsidi menggunakan surat rekomendasi.

Ia menilai keberadaan SPBB sangat penting untuk membantu operasional nelayan tradisional sekaligus menekan biaya melaut.

“Kalau membeli eceran tentu lebih mahal karena tidak mendapatkan subsidi. Ini cukup memberatkan nelayan kecil,” katanya.

Yopa mengungkapkan, pihaknya mendapat informasi adanya rencana investor membangun SPBB di wilayah Meral Barat.

Pihaknya mendukung penuh rencana tersebut dan berharap pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait dapat mempermudah proses perizinan.

Baca Juga: Kehabisan BBM di Laut, Penyebab Dua Nelayan Batam Hanyut hingga Masuk Perairan Malaysia

“Kalau benar ada investor yang masuk, tentu sangat kami dukung karena akan membantu nelayan,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Perikanan juga terus melakukan pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi bagi nelayan agar tidak disalahgunakan.

Pihaknya meminta petugas SPBB hanya melayani pengisian langsung ke tangki kapal nelayan, bukan ke drum atau jeriken.

“Kami minta pengisian BBM langsung ke kapal untuk mencegah penjualan kembali BBM subsidi,” tegas Yopa. (*)

Editor : M Tahang
#BBM subsidi #Nelayan tradisional