batampos — Desa Tulang, Kecamatan Selat Gelam, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, yang berada tidak jauh dari ibu kota kabupaten, masih menghadapi keterbatasan pasokan listrik. Hingga kini, aliran listrik di wilayah tersebut belum menyala selama 24 jam penuh.
Tokoh pemuda Desa Tulang, Sahrudin, mengatakan masyarakat telah lama berharap adanya peningkatan layanan listrik agar dapat beroperasi sepanjang hari.
“Listrik memang sudah masuk ke desa kami, tapi menyala hanya 14 jam, mulai pukul 17.00 WIB sampai 07.00 WIB,” ujar Sahrudin kepada Batam Pos, Jumat (15/5).
Baca Juga: Terungkap! 10 Berlian Paling Mahal di Dunia yang Pernah Ditemukan dengan Harga Fantastis
Harapan Dorong Ekonomi Warga
Menurut Sahrudin, ketersediaan listrik 24 jam akan memberikan dampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sektor perikanan.
Dengan listrik yang stabil, warga dapat memanfaatkan fasilitas pendingin seperti freezer untuk menyimpan hasil tangkapan ikan, sehingga nilai jual dapat meningkat dan pendapatan keluarga lebih baik.
Jaringan Listrik dari Pulau Lain
Camat Selat Gelam, Indra Sulaiman, membenarkan bahwa Desa Tulang saat ini belum menikmati listrik 24 jam. Ia menjelaskan bahwa pasokan listrik untuk sekitar 700 kepala keluarga di desa tersebut berasal dari PLTD di Desa Tanjungbatu Kecil, Kecamatan Buru, yang berada di pulau berbeda.
“Dengan kata lain, berbeda pulau,” jelas Indra.
Ia memaparkan bahwa jaringan listrik menuju Desa Tulang melewati beberapa wilayah, mulai dari Gunung Papan, Tanjunghutan, hingga Sungai Sikop sebelum tiba di desa tersebut. Kondisi geografis menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan pasokan listrik.
Rencana Usulan ke Pemerintah Provinsi
Pemerintah kecamatan bersama pihak terkait berencana mengajukan usulan kepada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau agar Desa Tulang dapat menikmati listrik 24 jam.
Indra menyebut, upaya tersebut juga akan dikoordinasikan dengan Kecamatan Buru, mengingat wilayah pemasok listrik utama juga belum sepenuhnya beroperasi selama 24 jam. (*)
Editor : Putut Ariyo