Batampos – Sebanyak 17 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Karimun menghentikan sementara operasionalnya akibat belum cairnya dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Wakil Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Karimun, Sukrianto Jaya Putra, mengatakan penghentian sementara tersebut terjadi karena pengelola dapur belum menerima transfer dana yang digunakan untuk membeli bahan makanan.
“Dari hasil koordinasi kami dengan seluruh SPPG, diketahui ada 29 dapur MBG di wilayah perkotaan Kabupaten Karimun. Dari jumlah itu, 17 dapur berhenti sementara karena keterlambatan transfer dana dari BGN,” ujar Sukrianto, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: Sulit Dapatkan Suku Cadang, Perumda Tirta Mulia Karimun Satu Bulan Perbaiki Pipa Bocor
Selain 17 dapur yang berhenti beroperasi, terdapat satu SPPG yang operasionalnya ditangguhkan atau disuspend karena alasan tertentu. Sementara satu dapur lainnya mengalami kendala dengan pihak mitra.
Meski demikian, Sukrianto menyebut ada perkembangan positif. Sebanyak lima dapur MBG telah menerima transfer dana operasional hari ini.
“Diperkirakan lima SPPG tersebut sudah bisa kembali beroperasi besok,” katanya.
Menurut Sukrianto, pengelola dapur MBG tidak diperbolehkan menggunakan dana talangan untuk menjalankan operasional sebelum dana dari BGN diterima.
Kondisi ini membuat sejumlah dapur tidak dapat membeli bahan makanan yang dibutuhkan untuk menyiapkan menu MBG bagi para penerima manfaat.
Satgas MBG Karimun terus melakukan koordinasi dengan seluruh pengelola dapur untuk memastikan layanan dapat kembali berjalan normal setelah dana operasional diterima. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak