batampos – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Karimun memastikan stok Minyakita masih tersedia dan dijual sesuai ketentuan. Hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan ke pasar dan swalayan, Kamis (16/7), bahkan menemukan pedagang yang menjual Minyakita di bawah harga eceran tertinggi (HET).
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Karimun, Suhaimi Simbolon, mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan distribusi Minyakita berjalan lancar sekaligus mengawasi kepatuhan pedagang terhadap HET sebesar Rp15.700 per liter.
"Minggu lalu ada 800 kardus Minyakita yang masuk dan sebagian sudah didistribusikan Bulog kepada toko serta pedagang yang terdaftar di Kementerian Perdagangan. Karena itu kami turun untuk memastikan stok masih tersedia dan dijual sesuai HET," ujar Suhaimi.
Baca Juga: Ribuan RTLH di Kepri Segera Direhabilitasi, 3.700 Warga Terima Bantuan BSPS Rp20 Juta
Dalam sidak di Pasar Puan Maimun dan salah satu swalayan, petugas menemukan Minyakita tersedia dalam kemasan satu liter maupun dua liter. Namun, tidak ditemukan pedagang yang menjual di atas HET.
Sebaliknya, salah seorang pedagang di Pasar Puan Maimun justru menjual Minyakita seharga Rp15.500 per liter atau Rp200 lebih murah dari HET.
"Pedagang mengaku sengaja menjual di bawah HET agar lebih mudah memberikan uang kembalian kepada pembeli," katanya.
Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Layanan Internet Diskominfo Kepri Bergulir, Belasan Saksi Diperiksa
Suhaimi menegaskan pemerintah akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi dan harga Minyakita. Pedagang yang terbukti menjual di atas HET dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Yeni, salah seorang pedagang di Pasar Puan Maimun, mengatakan dirinya membatasi pembelian maksimal dua liter untuk setiap konsumen agar lebih banyak masyarakat yang dapat memperoleh minyak goreng bersubsidi tersebut.
"Saya jual satu liter Rp15.500, meski HET Rp15.700. Kalau beli dua liter jadi pas Rp31 ribu, jadi lebih mudah saat transaksi karena tidak perlu mengembalikan uang receh," ujarnya.
Menurut Yeni, stok Minyakita di tokonya masih tersedia meski jumlahnya tidak banyak. Dalam sehari, ia mampu menjual sekitar 24 hingga 36 liter.
"Yang penting masyarakat bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau," katanya. (*)
Editor : Jamil Qasim