Puluhan Ribu Pelanggan PLN Bakal Terima Kompensasi

Sandi Pramosinto • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 21:31 WIB
Teknisi melakukan peremajaan mesin pembangkit listrik diesel (PLTD) berkapasitas 6 megawatt (MW). Proyek ini ditargetkan rampung pada pertengahan Agustus 2026 untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di Pulau Karimun.
Teknisi melakukan peremajaan mesin pembangkit listrik diesel (PLTD) berkapasitas 6 megawatt (MW). Proyek ini ditargetkan rampung pada pertengahan Agustus 2026 untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di Pulau Karimun.

Peremajaan Mesin PLTD 6 MW Ditarget Rampung Pertengahan Agustus

batampos – Puluhan ribu pelanggan PT PLN (Persero) di Pulau Karimun akan segera menerima kompensasi menyusul pemadaman listrik total (blackout) yang terjadi pada Senin (27/7). Kompensasi diberikan sesuai ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025.

Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Tanjungbalai Karimun, Ahmad Subhan Hadi, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan inventarisasi jumlah pelanggan yang terdampak serta durasi pemadaman yang dialami masing-masing pelanggan.

"Proses pemberian kompensasi sudah memiliki aturan yang jelas. Saat ini kami masih mendata pelanggan yang terdampak dan lamanya pemadaman," ujarnya kepada Batam Pos, Rabu (29/7).

Menurut Subhan, jumlah pelanggan PLN di Pulau Karimun mencapai sekitar 61 ribu pelanggan. Dari jumlah tersebut, diperkirakan puluhan ribu pelanggan berhak menerima kompensasi atas gangguan pasokan listrik tersebut.

Kompensasi akan diberikan dalam bentuk potongan tagihan listrik bagi pelanggan pascabayar dan penambahan token listrik bagi pelanggan prabayar. Besaran kompensasi akan disesuaikan dengan lama waktu pemadaman yang dialami pelanggan.

"Perhitungannya mengacu pada ketentuan yang berlaku. Saat ini masih dalam tahap verifikasi dan kami juga menunggu hingga akhir bulan. Hal ini untuk mengantisipasi apabila masih terjadi gangguan lain di pembangkit sehingga seluruh data dapat dihitung secara menyeluruh," jelasnya.

Sementara itu, terkait upaya meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, PLN terus mempercepat proses peremajaan mesin PLTD berkapasitas 6 megawatt (MW) yang akan menjadi tambahan cadangan daya di Pulau Karimun.

Subhan mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan tim pembangkit, pekerjaan tersebut ditargetkan selesai 100 persen pada 15 Agustus 2026, dengan proses penyalaan dilakukan secara bertahap.

"Sesuai informasi dari tim PLTD, target penyelesaian pada 15 Agustus 2026. Setelah itu mesin akan dinyalakan secara bertahap dan diharapkan mampu meningkatkan keandalan pasokan listrik di Pulau Karimun," pungkasnya.(*)

Editor : Jamil Qasim
Pelanggan PLN pemadaman listrik total