batampos — Satuan Samapta Polres Karimun terus menggencarkan patroli dan pemantauan wilayah melalui program “Jaga Karimun Kampung Kite Bersama”. Kegiatan tersebut menjadi langkah preventif kepolisian untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Patroli dilakukan dengan menyisir sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi kerawanan. Mulai dari kawasan permukiman warga, pusat keramaian, hingga lokasi yang rawan terjadinya tindak kejahatan.
Kasat Samapta Polres Karimun AKP S Binsar Samosir mengatakan, patroli tidak sekadar dilakukan dengan melintas di sejumlah lokasi. Personel juga berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk mengetahui kondisi dan situasi keamanan di lapangan.
“Tak sekadar melintas, petugas berinteraksi langsung dengan berbagai elemen masyarakat, kelompok pemuda, hingga para pengguna jalan melalui dialog interaktif dan pemantauan situasi secara berkala,” ujar Binsar.
Menurut dia, sejumlah potensi gangguan Kamtibmas menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Di antaranya aksi balap liar, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong, perkelahian antarkelompok, serta berbagai gangguan ketertiban umum.
“Termasuk tindak pidana C3, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor),” jelasnya.
Selain melakukan pemantauan, personel juga memanfaatkan kegiatan patroli untuk menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat. Berbagai informasi yang diperoleh dari warga menjadi bahan pemetaan serta deteksi dini terhadap potensi kerawanan di masing-masing wilayah.
Binsar menegaskan, kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan langkah proaktif untuk memberikan rasa aman sekaligus mendeteksi potensi gangguan sejak dini.
“Kehadiran aparat di tengah permukiman masyarakat merupakan langkah proaktif untuk menjamin rasa aman. Dengan melakukan pemantauan langsung ke lapangan, ancaman kejahatan dapat dideteksi sejak awal,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas Kabupaten Karimun. Kondisi keamanan yang terjaga, kata dia, juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan iklim investasi daerah.
“Kami hadir untuk mencegah, bukan menunggu gangguan terjadi,” tegasnya.
Binsar mengatakan, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan. Peran aktif masyarakat diperlukan untuk mengenali potensi gangguan di lingkungan masing-masing.
Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu melapor apabila menemukan aktivitas atau hal-hal yang mencurigakan. Laporan dapat disampaikan melalui layanan kepolisian 110 untuk mendapatkan respons cepat.
“Karimun milik kita semua. Mari saling menjaga, saling mengingatkan, dan bersama-sama menciptakan Karimun yang aman, damai, dan tertib,” pungkasnya. (*)
Editor : Jamil Qasim