Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Daging Beku di Distributor Kosong, Harganya di Tanjungpinang Naik Tembus Rp130 Ribu Per Kg

Mohamad Ismail • Jumat, 11 Juli 2025 | 12:45 WIB

 

Pelanggan saat membeli daging di kios milik Angga di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, Jumat (11/7).
Pelanggan saat membeli daging di kios milik Angga di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, Jumat (11/7).

batampos- Daging beku di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri mengalami kelangkaan. Kondisi ini membuat harga daging beku di wilayah tersebut naik drastis, hingga tembus ke angka Rp130 ribu per kilogramnya.

Pantauan Batam Pos di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, banyak kios daging sapi yang saat ini tidak lagi menjual daging beku. Namun, masih ada beberapa pedagang masih menjual daging beku, namun stok lama.

"Udah lama kosong (daging beku) kira kira sejak seminggu yang lalu. Dari distributornya memang sudah kosong," kata Heri, satu diantara pedagang daging di Pasar Bintan Center, Jumat (11/7).

Ia mengaku tidak mengetahui secara persis, penyebab tidak adanya ketersediaan daging beku dari distributor. Jikapun tersedia, menurutnya harga daging beku bakal dijual dengan harga tinggi.

"Kata distributornya daging beku memang tidak masuk. Kalau adapun pasti mahal, jauh diatas Rp100 ribu per kilogramnya," tambahnya.

Sementara menurut pedagang lainnya, Angga menyebut bahwa saat ini daging beku yang dia jual senilai Rp130 ribu per kilogram. Harga tersebut mengalami kenaikan senilai Rp30 ribu, yang sebelumnya hanya Rp100 ribu per kilogram.

Kenaikan harga daging beku yang sudah terjadi sejak sepekan yang lalu tersebut disebab sedikitnya stok daging impor tersebut. "Ini kita jual stok lama. Kalau stok baru mungkin lagi kosong, karena tidak banyak lagi yang menjual daging beku," sebutnya.

Ia menambahkan, tingginya harga daging beku membuat tingkat penjualan menurun. Biasanya, kata Angga daging beku yang berhasil dijual sebanyak dua karung atau sebanding dengan 40 kilogram.

"Biasanya kita habis dua karung. Kalau sekarang paling cuma laku 20 kilogram aja, itupun sulit. Intinya turun drastis," pungkasnya. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#daging beku