Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ada Jukir yang Setor Jauh dari Target, Retribusi Parkir di Tanjungpinang Baru Capai Rp925 Juta

Mohamad Ismail • Sabtu, 26 Juli 2025 | 12:00 WIB
Titik parkir yang berada di Jalan Basuki Rahmat Kota Tanjungpinang.
Titik parkir yang berada di Jalan Basuki Rahmat Kota Tanjungpinang.

batampos- Sepanjang Januari hingga Juli 2025, retribusi parkir di Kota Tanjungpinang, Kepri baru mencapai angka Rp925 Juta atau baru terealisasi 48,7 persen dari target yang telah ditentukan sebesar Rp1,98 Miliar.

Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor retribusi parkir tahun 2025 ini mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun 2024 lalu, Pemko Tanjungpinang menetapkan target senilai Rp3 Miliar.

"Target diturunkan karena realisasi yang hanya Rp1,6 hingga Rp1,7 Miliar. Ini juga bagian dari rekomendasi BPK dan BPKD, yang meminta agar perhitungan dilakukan berdasarkan potensi riil di tiap titik parkir," kata Plt. Kepala UPTD Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang, Abdurrahman Djou, Jumat (25/7).

Dishub mengklaim, masih terdapat sejumlah juru parkir yang tidak konsisten dalam melakukan penyetoran pendapatan harian. Terlebih, ada yang menyetor jauh di bawah angka minimal potensi yang telah ditentukan, misalnya Rp50 ribu per hari.

Saat ini, terdapat 179 juru parkir aktif, tersebar di 176 titik lokasi parkir. Jumlah ini meningkat dari bulan sebelumnya yang berjumlah 176 juru parkir. Di lokasi-lokasi ini, satu juru parkir bisa mengumpulkan hingga Rp200 hingga Rp300 ribu per hari, tergantung volume kendaraan yang parkir.

"Masalahnya, ada juru parkir yang tidak menyetor secara rutin, dan tidak menyetor sesuai potensi titik parkir. Ini berdampak pada capaian pendapatan secara keseluruhan," tambahnya.

Ia mengakui, bahwa pengawasan di lapangan menurutnya belum maksimal, sebab keterbatasan personel menyebabkan tidak semua titik bisa diawasi setiap hari.

"Kita memang masih kesulitan melakukan pengawasan penuh setiap hari di semua lokasi. Saat satu titik diamankan (parkir liar), muncul lagi titik baru yang bermasalah," pungkasnya. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#retribusi parkir