Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Mengenal Polisi Spesial yang Jarang Tersorot Tapi Punya Peran Krusial, Mengungkap Fakta dan Kebenaran di Balik Identifikasi 

Yusnadi BP • Senin, 28 Juli 2025 | 06:00 WIB

Polisi spesial ini salah satu ujung tombak dalam mengungkap fakta dan kebenaran di balik jejak kasus-kasus kriminal. Keberadaannya jarang tersorot dan bekerja dalam diam. Namun berperan penting dalam penegakan hukum.

***

Polisi Unit Identifikasi Polresta Tanjungpinang saat melakukan identifikasi kasus pembunuhan di taman Jalan Diponegoro Tanjungpinang.
Polisi Unit Identifikasi Polresta Tanjungpinang saat melakukan identifikasi kasus pembunuhan di taman Jalan Diponegoro Tanjungpinang.

Sebagian kalangan sering mendengar Satuan di kepolisian seperti Satuan Intelijen dan Keamanan (Satintelkam), Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Satuan Reserse Narkoba (Satresnakoba) hingga Satuan Sabhara.

Namun sebagian kalangan terbilang jarang atau tidak pernah mendengar sama sekali, keberadaan salah satu unit khusus bagian dari Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim).

Bahkan Industri film Amerika konsisten memproduksi film khusus drama tentang polisi yang bisa dibilang sebagai polisi spesial berjudul Crime Scene Investigation (CSI) yang tayang di televisi.

Dalam dunia kepolisian bidang Reskrim, tidak semua polisi berseragam atau berpakaian "preman" berada di garis depan dan berkejar-kejaran dengan penjahat atau pelaku kriminal.

Namun ada satu unit polisi spesial yang justru bekerja tenang di balik garis polisi. Menginvestigasi, meneliti, menganalisis dan mendokumentasikan setiap jejak yang ditinggalkan di tempat kejadian perkara (TKP) atau tempat kejadian kasus kriminal.

Berkat tangan cekatan polisi spesial ini, banyak kasus-kasus kriminal atau kejahatan seperti kasus pembunuhan, kasus penemuan mayat, kasus perampokan hingga kasus pencurian, kasus perlindungan perempuan dan anak yang terungkap.

Unit polisi khusus yang jarang tersorot dan bekerja dalam diam ini adalah Polisi Unit Identifikasi. Unit ini merupakan bagian dari fungsi Reskrim yang secara khusus menangani identifikasi korban kejahatan dan pelaku kriminal, melalui bukti fisik dan biologis yang ditemukan di tempat terjadinya kasus kriminal.

Selain itu, polisi spesial ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari struktur kepolisian. Bertugas dan bertanggung jawab untuk menangani aspek teknis dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

Polisi Unit Identifikasi juga berperan penting dalam mengidentifikasi seseorang melalui pemeriksaan sidik jari. Lebih ekstrim lagi, Unit Identifikasi bertugas memeriksa temuan-temuan mayat atau korban kejahatan.

Polisi yang sehari-harinya berpakaian "preman" ini, bekerja dengan ilmu pengetahuan, pendekatan metode investigasi Kejahatan ilmiah atau Scientific Crime Investigation (SCI), memanfaatkan teknologi forensik untuk mengumpulkan dan menganalisis barang bukti.

Mulai dari mencari Deoxyribonucleic Acid (DNA) atau asam deoksiribonukleat, jejak kaki, bercak darah, luka benda tumpul atau tajam pada tubuh korban hingga autopsi forensik.

Meskipun jarang tersorot dan jarang dibicarakan, namun tidak terbantahkan bahwa Polisi Unit Identifikasi memiliki peran krusial dan tanggung jawab penting dalam mengungkap fakta dan kebenaran.

Bagian Urusan (Baur) Identifikasi Satuan Reskrim Polresta Tanjungpinang Aiptu Andi Heriansyah, mengatakan Unit Identifikasi berfungsi sebagai bantuan teknis penyidik Reskrim.

Kepada Batam Pos, Andi menjelaskan, Unit Identifikasi bertugas mencocokkan sidik jari, DNA atau rekam medis dan memastikan identitas seseorang, baik itu korban tewas, pelaku kriminal, tersangka atau saksi-saksi.

"Kami tidak dapat mengintrogasi semua yang tidak bernyawa. Namun, dari hasil identifikasi mayat ataupun benda, Polisi Unit Identifikasi dapat mengetahui proses suatu kejahatan," ungkap Andi, Jumat (24/7).

Unit ini juga memotret, menggambar sketsa wajah dan mendeskripsikan secara detil situasi tempat kejadian sebelum bukti-bukti terganggu atau hilang. Dokumentasi ini penting sebagai dasar dalam penyidikan dan proses pengadilan.

Menurut Andi, Polisi Unit Identifikasi juga dilatih secara khusus untuk mengetahui bukti mana yang relevan dan bagaimana cara mengambil serta menyimpannya tanpa terkontaminasi.

"Kami juga mengumpulkan dan mengamankan barang bukti seperti potongan rambut, noda darah bahkan bau badan," ujar polisi yang berpengalaman 20 tahun di bidang identifikasi Reskrim ini.

Selanjutnya, Unit Identifikasi juga bekerja sama dengan laboratorium forensik. Menganalisis bukti secara ilmiah untuk mendukung proses penegakan hukum, seperti tes DNA, balistik hingga forensik digital.

Selain itu, lanjut Andi, dalam proses administratif, Unit Identifikasi juga bertugas merekam sidik jari dan data biometrik pelaku kriminal yang ditahan dan akan masuk dalam sistem nasional kepolisian.

"Dalam kasus-kasus tertentu, Unit Identifikasi dapat dihadirkan sebagai saksi ahli di pengadilan untuk menjelaskan temuan forensik kepada Majelis Hakim," jelas polisi bersertifikasi Identifikasi Level Tertinggi Sidik Jari dan Wajah dari Pusat Indentifikasi Bareskrim dan BNSP ini.

Menurut Andi, polisi tidak bisa sembarangan dalam mengungkap proses atau kronologi suatu kejahatan, seperti pembunuhan ataupun menetapkan nama seorang tersangka. Perlu proses ilmiah untuk mendapatkan bukti-bukti yang cukup.

"Prosesnya harus sesuai dengan kejadian sebenarnya. Polisi Identifikasi mendapatkan hasil olah TKP guna memperkuat hingga mengetahui identitas pelaku kejahatan," terangnya.

Polisi bergelar Sarjana Hukum ini menegaskan, meskipun keberadaannya jarang disorot, namun Unit Identifikasi mempunyai peran penting yang sangat krusial dalam mengungkap suatu kasus kejahatan.

Harus bekerja teliti, bekerja cepat dan bekerja sesuai prosedur dalam mengungkap fakta. Sebab kesalahan kecil dapat menghilangkan bukti yang penting dalam pengungkapan kasus.

"Kalau ada kasus kriminal seperti kasus pembunuhan atau temuan mayat, kami lah yang pertama kali turun ke lokasi untuk memastikan semua bukti terekam dan teramankan," terangnya.

Andi menambahkan, meskipun memiliki tugas yang sulit dan bekerja di bawah tekanan, tetapi Unit Identifikasi merupakan wajah ilmiah yang bekerja sesuai metode investigasi kejahatan ilmiah serta bagian yang tidak terpisahkan dari kepolisian.

"Kami sebagai Polisi Unit Identifikasi akan selalu bekerja keras untuk mengungkap fakta secara objektif dan akurat," tutup polisi kelahiran Tanjungpinang 45 tahun silam ini. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#Satreskrim