batampos- Polisi menemukan sejumlah alat isab sabu alias bong di lokasi kejadian gantung diri, yang diduga dilakukan oleh mahasiswa berinisial HF (26) di sebuah rumah Perumahan Mahkota Alam Raya, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Temuan alat isab sabu di lokasi kejadian membuat polisi melakukan penyelidikan lebih dalam, terkait motif bunuh diri yang dilakukan oleh warga asal Pulo Gadung, Jakarta tersebut. Polisi akan memastikan, apakah korban sempat mengonsumsi narkoba atau tidak.
"Selain alat gantung diri, ada juga beberapa bong disitu. Akan kita dalami setelah hasil visumnya keluar. Apakah dia pengguna atau pengedar, biar kita tahu kenapa dia melalukan bunuh diri," kata Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi, Jumat (8/8).
Kapolresta menerangkan, korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung dengan seutas tali, di bagian dapur rumahnya. Korban diketahui baru dua minggu tinggal di kawasan perumahan tersebut.
Korban ditemukan pertama kali oleh rekannya pada Kamis (7/8) kemarin sekitar pukul 09.00 WIB. "Akan kita telusuri apa penyebabnya, karena menurut rekannya, korban orangnya tertutup," tambahnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang untuk memastikan penyebab HF nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Sementara menurut Ketua RT 005 Perumahan Mahkota Alam Raya, Samsul Bahri mengatakan bahwa HF baru dua minggu menempati rumah tersebut. Rumah itu merupakan milik rumah orang tuanya.
"Temennya yang memberi tahu. Saya tahu sekitar pukul 09.00 WIB," kata Samsul di lokasi kejadian.
Ia menerangkan, bahwa korban ditemukan tergantung di bagian dapur, yang mana dapur tersebut masih dalam kondisi berserakan karena masih dalam proses renovasi.
"Ada ditemukan tali di dalam. Korban di bagian dapur," pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung