Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Warga Menjerit malah Satgas Pangan Klaim Stok dan Harga Bapok di Tanjungpinang Aman

Mohamad Ismail • Sabtu, 13 Desember 2025 | 17:00 WIB
Satgas Pangan saat mengecek harga bahan pokok di Pasar Bincen Tanjungpinang, Kamis (11/12).
Satgas Pangan saat mengecek harga bahan pokok di Pasar Bincen Tanjungpinang, Kamis (11/12).

batampos- Warga di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) mulai mengeluhkan kondisi naiknya harga bahan pokok (bapok) di daerah tersebut. Namun Satgas Pangan, justru mengklaim stok dan harga bahan pokok masih aman dan terkendali.

Bahan pokok seperti cabai, bawang, sayur hingga daging ayam dilaporkan sudah mengalami kenaikan sejak beberapa pekan lalu. Kenaikan ini disebabkan menipisnya stok akibat bencana alam, hingga tertahannya kiriman bapok dari Kota Batam.

Satgas pangan yang berasal dari Polresta, hingga Pemko Tanjungpinang sebelumnya sudah melakukan pemantauan harga dan stok bapok di ibu kota Provinsi tersebut. Alhasil, mereka tidak menemukan adanya kenaikan harga dan minimnya stok yang tersedia di pasaran.

"Untuk stok dan harga masih aman. Untuk beras premium yang dipasok swasta, harganya memang tergantung kondisi pasokan di Batam. Tapi untuk stok Bulog cukup," kata Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi, Jumat (12/12).

Selain itu, kata dia pihaknya belum menemukan adanya indikasi penimbunan bapok oleh pihak tertentu. Satgas Pangan bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif.

"Selama kebutuhan pokok masyarakat masih terpenuhi, kami pastikan situasi tetap terkendali," tambahnya.

Di tengah jeritan warga, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyatakan bahwa keadaan beras aman. Sementara sayur-sayuran memang mengalami krisis. Bahkan, Tanjungpinang segera kedatangan 24.000 ton beras dari Bulog, memastikan stok tetap melimpah hingga Maret 2026.

"Sampai akhir tahun aman, bulan puasa juga aman. Beras kita berlebih," kata Lis beberapa waktu lalu.

Sementara warga di kawasan Jalan Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Fitriani mengeluhkan kondisi kenaikan harga tersebut. Sebab, kondisi itu membuat ia terpaksa mengeluarkan modal yang lebih.

"Belanja harian jadi dua kali lipat. Mau tak mau harus dikurangi menu di rumah. Kalau begini terus, teruk juga," sebutnya.

Di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, harga daging ayam naik menjadi Rp42 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp38 ribu saja. Lalu, bawang putih naik menjadi Rp48 ribu per kilogram,bawang Birma Rp38 ribu, hingga gula pasir naik menjadi Rp17 ribu. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#satgas pangan