Alarm Perlindungan Anak di Tanjungpinang, Kasus Naik Hampir Dua Kali Lipat di 2025
Mohamad Ismail• Senin, 29 Desember 2025 | 17:45 WIB
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Hamam menyampaikan jumlah penanganan kasus sepanjang tahun 2025, Senin (29/12/2025).
Batampos–Kasus perlindungan anak di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menjadi sorotan setelah mengalami lonjakan tajam sepanjang 2025 ini. Kepolisian Resort Tanjungpinang mencatat, jumlah kasus kejahatan terhadap anak mencapai54 perkara, meningkat signifikan dibandingkan 2024 yang hanya menangani 30 kasus.
Kapolresta Tanjungpinang,Kombes Pol Hamam Wahyudi, mengungkapkan, peningkatan ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Dari total kasus perlindungan anak tersebut,baru 26 kasus yang berhasil diselesaikanhingga akhir tahun.
"Kasus perlindungan anak tahun ini memang meningkat cukup tinggi. Penyelesaiannya masih terus kami kejar," kata Hamam, Senin (29/12/2025).
Tidak hanya itu, sepanjang 2025 Satreskrim Polresta Tanjungpinang juga menangani238 kasus kriminaldari berbagai jenis tindak pidana. Sebanyak88 kasus di antaranya masih dalam prosesdan akan dilanjutkan penanganannya pada tahun 2026.
"Kami berkomitmen untuk menuntaskan seluruh kasus yang belum selesai sesuai prosedur hukum," ujarnya.
Jenis kejahatan lain yang mendominasi di wilayah ibu kota Provinsi Kepulauan Riau ini adalahpencurian sepeda motordengan total30 kasus, namun barusetengahnya yang berhasil diungkap. Selain itu, terdapat30 kasus penganiayaan, dengan tingkat penyelesaian masih tergolong rendah, yakni10 kasus.
Sementara itu, kasuspencurian dengan pemberatanterbilang cukup efektif ditangani, dengan25 dari 27 kasus berhasil diselesaikan. Untukpencurian biasa, dari 23 kasus, sebanyak 16 kasus telah dituntaskan.
Kasuskekerasan dalam rumah tangga (KDRT)juga masih menjadi pekerjaan rumah kepolisian. Dari 15 kasus yang ditangani, hanya lima yang berhasil diselesaikan. Selain itu, terdapat11 kasus pengeroyokansertatiga kasus pornografiyang hingga kini masih dalam proses penyidikan. "Semua kasus yang belum selesai menjadi prioritas kami di tahun depan," tutupnya. (*)