Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Banjir Rob Kembali Terjadi di Tanjungpinang, Air Laut Naik Sejak Pagi

Mohamad Ismail • Minggu, 4 Januari 2026 | 19:05 WIB
Air laut merendam badan jalan di Pelantar 2 Tanjungpinang, Minggu (4/1). F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Air laut merendam badan jalan di Pelantar 2 Tanjungpinang, Minggu (4/1). F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Banjir rob kembali merendam sejumlah wilayah pesisir Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu (4/1). Air laut mulai naik ke daratan sejak pagi hari dan menggenangi badan jalan di beberapa titik, sehingga mengganggu aktivitas warga.

Sejumlah kawasan yang terdampak banjir rob antara lain Pelantar 2, Jalan Sungai Payung, hingga Lembah Purnama. Genangan air laut menyebabkan akses keluar-masuk kendaraan menjadi terbatas, terutama pada pagi hari.

Salah seorang pedagang di Pelantar 2, Yanti, mengatakan banjir rob merupakan kejadian rutin yang kerap terjadi pada akhir dan awal tahun.

“Sudah biasa terjadi. Yang paling terasa itu kalau kendaraan mau masuk atau keluar, jadi susah,” ujarnya.

Menurut Yanti, ketinggian air laut bervariasi, tergantung kondisi cuaca dan pergerakan bulan. Umumnya air setinggi mata kaki, namun pada waktu tertentu dapat lebih tinggi.

“Biasanya setinggi mata kaki, tapi kadang bisa di atas mata kaki. Tergantung bulan juga,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Sulaiman, ojek pangkalan di kawasan tersebut. Ia menyebut air laut sejak pagi telah merendam jalan dengan ketinggian di atas mata kaki.

“Biasanya kalau sudah agak siang, air mulai surut dan aktivitas kembali normal,” katanya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi pasang laut tinggi masih akan berlangsung selama sepekan, yakni 1–8 Januari 2026. Kondisi ini dipicu kombinasi fenomena astronomi fase perigee dan bulan purnama atau supermoon.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang Muhammad Fadris menjelaskan, fase perigee diperkirakan terjadi pada 2 Januari 2026, disusul supermoon pada 3 Januari 2026. Kombinasi kedua fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum muka air laut.

“Berdasarkan pemantauan data dan prediksi pasang surut, terdapat peluang terjadinya air laut pasang tinggi di wilayah pesisir Pulau Bintan,” ujar Fadris.

Di Kota Tanjungpinang, wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi pesisir Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, dan Bukit Bestari.

Sementara di Kabupaten Bintan, potensi serupa diperkirakan terjadi di wilayah pesisir Bintan Utara, Teluk Sebong, Bintan Timur, serta sejumlah daerah sekitarnya. (*)

Editor : M Tahang
#banjir rob