Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kasus DBD di Tanjungpinang Naik Tajam, Batu 9 dan Pinang Kencana Tertinggi

Mohamad Ismail • Kamis, 8 Januari 2026 | 20:40 WIB
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti. F. Freepik
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti. F. Freepik

batampos – Lonjakan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di Kota Tanjungpinang sepanjang tahun 2025. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat total 478 kasus, dengan sebaran tertinggi berada di Kelurahan Batu 9 dan Pinang Kencana.

Dari 18 kelurahan di Tanjungpinang, Batu 9 mencatat 127 kasus DBD, disusul Pinang Kencana dengan 113 kasus. Sementara itu, Kelurahan Tanjung Ayun Sakti mencatat 34 kasus, Melayu Kota Piring 40 kasus, Sei Jang dan Air Raja masing-masing 28 kasus. Adapun sejumlah kelurahan lainnya tercatat nol hingga belasan kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, mengatakan jumlah tersebut mengalami kenaikan tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, total kasus DBD tercatat 277 kasus, dengan sebaran tertinggi juga berada di Batu 9 dan Pinang Kencana, masing-masing 46 dan 64 kasus.

“Kasus DBD pada 2025 jauh lebih tinggi dibandingkan 2024. Bahkan, di awal tahun 2026 ini sudah tercatat 14 kasus,” ujar Rustam, Kamis (8/1).

Berdasarkan data Dinkes, kelompok usia 15 tahun ke atas menjadi yang paling banyak terinfeksi, yakni 48 persen dari total kasus. Disusul usia 10–14 tahun sebanyak 24 persen, usia 5–9 tahun 19 persen, usia 1–4 tahun 7 persen, serta bayi di bawah satu tahun sebesar 3 persen.

Rustam menambahkan, dalam enam bulan terakhir tahun 2025, kasus DBD rata-rata mencapai 40–50 kasus per bulan, terutama meningkat pada musim hujan dengan puncak kasus terjadi di akhir tahun.

Ia mengakui masih terdapat kendala dalam pengendalian DBD, terutama terkait rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara mandiri.

“Karena itu, kami terus menggencarkan sosialisasi program 3M (menguras, menutup, dan mendaur ulang) serta melakukan fogging di wilayah terdampak untuk memutus rantai penularan nyamuk Aedes aegypti,” pungkasnya. (*)

Editor : M Tahang
#tanjungpinang #dbd #demam berdarah