Batampos - Stok minyak goreng merek Minyakita di sejumlah swalayan di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, terpantau kosong. Produk minyak goreng murah tersebut tidak terlihat di etalase, sementara swalayan hanya menyediakan minyak goreng merek premium.
Kelangkaan Minyakita di Tanjungpinang diketahui telah terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan pedagang makanan, terpaksa menggunakan minyak goreng merek lain dengan harga lebih mahal.
“Kayaknya sudah seminggu lalu kosong. Jadi sementara pakai minyak goreng merek lain. Kalau ada Minyakita pasti saya pilih itu karena lebih murah,” ujar Wati, pedagang makanan di Jalan Ahmad Yani, Tanjungpinang, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: Gaya Hidup dan Pola Makan jadi Sebab Hipertensi dan Diabetes, 11.487 Warga Lingga Terkena Hipertensi
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Stabilisasi Harga Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Tanjungpinang, Riyanto, menjelaskan bahwa saat ini stok Minyakita masih dalam proses pengiriman ke Tanjungpinang. Hal itu menyebabkan distribusi ke swalayan dan warung belum merata.
“Minggu ini akan mulai masuk. Kemarin pihak distributor masih ingin menyelesaikan MoU terlebih dahulu. Nanti akan kami sampaikan setelah Minyakita sudah tersedia,” kata Riyanto.
Ia menambahkan, pengendalian dan penyaluran Minyakita juga melibatkan Perum Bulog Tanjungpinang. Dengan keterlibatan Bulog, ketersediaan Minyakita yang banyak diminati masyarakat diharapkan tetap terjaga.
Selain itu, Bulog Tanjungpinang juga telah berkoordinasi dengan Disperdagin untuk menyalurkan Minyakita melalui Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di wilayah Tanjungpinang.
“Pihak Bulog meminta koordinasi terkait RPK yang kami pantau, agar Minyakita bisa diprioritaskan untuk masyarakat,” pungkas Riyanto. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak