Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Fenomena Antrean Solar di Tanjungpinang Terjadi Lagi, Fenomena Musim Kemarau?

Mohamad Ismail • Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:00 WIB
LORI hingga mobol pickup saat tengah mengantre solar di bahu jalan dekat SPBU Jalan Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Jumat (30/1/2026). F. Mohamad Ismail/Batam Pos
LORI hingga mobol pickup saat tengah mengantre solar di bahu jalan dekat SPBU Jalan Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Jumat (30/1/2026). F. Mohamad Ismail/Batam Pos

Batampos - Antrean pembelian BBM subsidi jenis solar kini kembali lagi terjadi di SPBU yang ada di Kota Tanjungpinang. Kondisi ini diklaim disebabkan musim kemarau berkepanjangan.

Antrian panjang terlihat di sejumlah SPBU di Tanjungpinang. Lori tampak mengantre hingga ke bahu jalan sejak pagi hari. Kondisi antrean panjang telah terjadi selama beberapa hari belakangan ini.

Pengawas SPBU Jalan Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Aziz menyatakan antrean panjang disebabkan aktifitas tinggi pengendara pengguna solar. Seperti lori tangki air bersih, hingga lori untuk membawa tanah timbunan.

"Dalam sehari kita bisa menghabiskan 4 KL (kiloliter). Memang baru-baru ini meningkat pembelian, takutnya ketersediaan terbatas," kata Aziz, Jumat (30/1/2026).

Sementara pengawas SPBU Jalan D.I Panjaitan batu 7, Yogi menyebutkan fenomena antrean panjang pengisian solar itu dinilai wajar.

Dalam beberapa hari terakhir, kata dia antrean didominasi oleh kendaraan angkutan barang serta mobil pengangkut air bersih yang memang rutin melakukan pengisian solar.

"Kondisinya masih normal. Kalau benar-benar padat, antrean bisa sampai ke tikungan lampu merah. Ini belum sampai ke tahap itu," tambahnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Tanjungpinang, Riany mengakui adanya antrean panjang di SPBU Tanjungpinang. Menurutnya, kondisi itu disebabkan banyaknya kendaraan yang digunakan untuk mengangkut air bersih.

"Iya karena musim kemarau. Lalu adanya pembangunan yang mulai berjalan," tegasnya.

Kendati demikian, ia memastikan bahwa kondisi pasokan solar di Tanjungpinang masih aman. Rata-rata SPBU mendapatkan kuota solar sebanyak 2-4 KL, sehingga dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Tanjungpinang. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#tanjungpinang #bbm langka #musim kemarau #Antrean Solar