Batampos - Warga Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau mulai mengeluhkan pengaliran air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri yang mulai tersendat saat musim kemarau berkepanjangan ini.
Air bersih yang disalurkan PDAM tersebut mulai tersendat beberapa waktu yang lalu. Warga Tanjungpinang juga sulit membeli air tangki, karena antrean pembeli yang cukup banyak.
"Biasanya setiap hari airnya nyala, sekarang tiga hari saja tidak mengalir airnya. Ditambah lagi kondisi sumur yang kering," kata Lusiana, warga Jalan D.I Panjaitan Tanjungpinang, Jumat (6/2/2026).
Ia mengaku merasa kebingungan untuk mendapatkan air bersih. Sehingga, ia terpaksa menggunakan air galon isi ulang yang digunakan untuk mandi anak-anaknya dan mencuci piring.
Akibat tersendatnya air PDAM, ia mengaku harus mengeluarkan uang senilai kurang lebih Rp24 ribu untuk membeli empat galon air dalam sehari.
"Iya mau tidak mau, karena sulit untuk mendapatkan air bersih. Mau beli air tangki, antreannya lama, karena banyak yang beli," sebutnya.
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik mengatakan bahwa tersendatnya penyaluran air bersih untuk warga Tanjungpinnag disebabkan adanya perbaikan pipa di Jalan Gatot Subroto.
Sehingga, sejumlah wilayah mulai dari Jalan Ahmad Yani, Jalan Sei Jang, Jalan Sultan Machmud, Jalan Anggrek Merah, hingga Jalan D.I Panjaitan terdampak.
"Ada perbaikan pipa lebih dari satu hari. Saat ini sudah selesai dilakukan dan segera mengalir normal," ujar Kholik.
Ia mengklaim bahwa saat ini kondisi ketinggian air di waduk Sungai Pulai Tanjungpinang dan Gesek masih normal. Sehingga kebutuhan air bersih untuk pelanggan PDAM masih aman saat musim kemarau berkepanjangan ini.
"Ketinggian air di Sungai Pulai masih aman, untuk digesek masih beroperasi normal," tutupnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak