Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pulau Penyengat Layak Jadi Kawasan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Melayu

Yusnadi BP • Minggu, 10 Mei 2026 | 15:15 WIB
Direktur Perencanaan Peningkatan Produktivitas dan Pembangunan Tematik Bappenas, Uke Mohammad Hussein, berkunjung ke Pulau Penyengat, Tanjungpinang, untuk meninjau potensi pengembangan kawasan ekonomi kreatif berbasis budaya dan sejarah Melayu.   F. Yusnadi / Batam Pos
Direktur Perencanaan Peningkatan Produktivitas dan Pembangunan Tematik Bappenas, Uke Mohammad Hussein, berkunjung ke Pulau Penyengat, Tanjungpinang, untuk meninjau potensi pengembangan kawasan ekonomi kreatif berbasis budaya dan sejarah Melayu. F. Yusnadi / Batam Pos

batampos – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menilai Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan ekonomi berbasis budaya dan sejarah Melayu. Potensi ini dinilai dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Direktur Perencanaan Peningkatan Produktivitas dan Pembangunan Tematik Bappenas, Uke Mohammad Hussein, mengatakan pengembangan kawasan tersebut sejalan dengan tiga fokus ekonomi tematik nasional, yaitu ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi oranye yang mencakup sektor budaya dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, Pulau Penyengat memiliki modal kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya dan ekonomi kreatif yang terintegrasi.

“Wisata di sini tidak cukup hanya melihat situs sejarah, tetapi harus ada storytelling dan pewarisan nilai budaya kepada generasi penerus. Budaya juga bisa dimonetisasi melalui kegiatan tourism,” ujarnya saat kunjungan ke Pulau Penyengat, Kamis (7/5).

Ia menekankan pentingnya penguatan narasi sejarah di setiap situs budaya agar wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih utuh dan bermakna. Saat ini, masih terdapat sejumlah titik sejarah yang belum dilengkapi informasi dan cerita pendukung.

“Ke depan, setiap situs harus memiliki informasi sejarah dan storytelling yang jelas,” katanya.

Selain aspek sejarah, Bappenas juga melihat potensi besar kuliner khas Pulau Penyengat sebagai identitas budaya yang dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif.

“Kuliner khas bisa diangkat lebih luas sehingga orang mengenal ciri khas Penyengat,” tambahnya.

Bappenas berharap adanya sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, dan Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk memperkuat pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang, Muhammad Nazri, menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan Pulau Penyengat sebagai kawasan unggulan budaya dan ekonomi kreatif.

“Pulau Penyengat memiliki potensi besar menjadi kekuatan ekonomi kreatif berbasis budaya di Kepri,” ujarnya. (*)

Editor : Putut Ariyo
#Ekonomi Kreatif #Bappenas #tanjungpinang #pulau penyengat #budaya melayu