Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pemko Tanjungpinang Siapkan Strategi Agar Turis dari Batam Menginap dan Belanja di Kota Gurindam

Antara • Senin, 11 Mei 2026 | 16:07 WIB
Pulau Penyengat, ikon wisata di Kota Tanjungpinang. F. Yusnadi ? Batam Pos
Pulau Penyengat, ikon wisata di Kota Tanjungpinang. F. Yusnadi ? Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, tengah menyiapkan strategi untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Batam agar tidak hanya singgah, tetapi juga menginap dan berbelanja di Tanjungpinang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tanjungpinang, Muhammad Nazri, mengatakan selama ini Batam masih menjadi pintu masuk utama wisatawan asing ke wilayah Kepri. Namun, dampak ekonomi dari kunjungan tersebut dinilai belum optimal dirasakan Tanjungpinang.

“Sebagian besar wisman hanya melakukan perjalanan singkat. Maka itu, kami akan mengembangkan paket wisata terpadu yang menghubungkan destinasi di Batam, Tanjungpinang hingga Bintan supaya wisman singgah dan menginap di sini,” ujar Nazri di Tanjungpinang, Minggu.

Menurutnya, strategi tersebut disiapkan menjelang musim libur sekolah di Malaysia yang diperkirakan akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Kepulauan Riau, khususnya ke Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan.

Disbudpar Tanjungpinang kini mulai mendorong kerja sama antar pelaku industri pariwisata untuk menciptakan paket perjalanan wisata yang mampu membuat wisatawan tinggal lebih lama di Kota Gurindam.

Baca Juga: Kelola Sampah Berbasis Masyarakat, Miswanto Asal Bintan Masuk Nominasi Kalpataru 2026

“Dengan dibuatnya paket wisata terpadu, terdapat wisatawan yang akan menginap di Tanjungpinang, minimal satu malam,” katanya.

Nazri menyebut peningkatan lama tinggal wisatawan akan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, mulai dari sektor perhotelan, rumah makan, transportasi hingga pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di kawasan wisata.

Selain menyiapkan paket wisata terpadu, Disbudpar Tanjungpinang juga terus melakukan pembenahan kualitas pelayanan wisata di Pulau Penyengat guna menyambut lonjakan kunjungan saat musim libur sekolah negara tetangga.

Menurut Nazri, secara umum kesiapan destinasi wisata Pulau Penyengat sudah cukup memadai. Meski demikian, pelaku usaha wisata tetap diminta meningkatkan standar pelayanan kepada wisatawan.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain ketersediaan life jacket pada transportasi pompong, penampilan penarik becak motor, hingga transparansi daftar harga makanan di tempat usaha kuliner.

“Kesiapan Pulau Penyengat dalam menghadapi libur sekolah negara tetangga sudah cukup memadai,” ujarnya.

Baca Juga: 10 Cara Ibu Baru Kembali Peduli Diri Sendiri Setelah Melahirkan

Ia menambahkan pembenahan layanan wisata penting dilakukan untuk menjaga citra pariwisata Tanjungpinang, mengingat Pulau Penyengat merupakan salah satu ikon wisata budaya Melayu di Kepulauan Riau.

Dalam waktu dekat, Disbudpar Tanjungpinang juga berencana menggelar family trip (famtrip) serta audiensi bersama asosiasi dan pelaku industri pariwisata di Batam dan Tanjungpinang guna memperkuat kolaborasi promosi wisata daerah. (*)

Editor : Putut Ariyotejo
#Disbudpar Tanjungpinang #tanjungpinang #pulau penyengat #Wisata Kepri #wisatawan mancanegara