Batampos - Minyak goreng murah Minyakita kembali langka di Kota Tanjungpinang. Tak hanya di sejumlah supermarket, tapi juga di warung atau kedai kecil.
Pantauan Batam Pos, etalase di sejumlah ritel modern di wilayah ibu kota provinsi tersebut hanya menyediakan minyak goreng merek premium saja, seperti merk sunco, sip, hingga fortune saja.
Menurut Ipul, pedagang makanan Tanjungpinang mengaku saat ini ia kesulitan untuk memperoleh minyakita, baik di swalayan, hingga warung pinggir jalan. Kondisi itu sudah terjadi sejak sepekan yang lalu.
"Sekarang minyakita di swalayan sudah kosong, tinggal minyak goreng premium saja," kata Ipul, Senin (6/7/2026).
Baca Juga: Fokus Serap Tenaga Kerja Lokal, BP Batam Luncurkan Platform MANTAP
Ia mengaku merasa heran dengan harga minyakita yang berbeda dengan harga eceran tertinggi (Het) yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dimana, sebelumnya ia membeli minyakita dengan harga Rp215 per dus, yang berisikan 12 liter.
"Jadi harga per liternya hampir Rp18 ribu, sedangkan Het Rp15 ribu saja," tegasnya.
Sementara itu, Badan Urusan Logistik (Bulog) Tanjungpinang menyebut bahwa pasokan minyakita yang diterima oleh pihaknya masih terbatas, sehingga distribusi diprioritaskan untuk operasi pasar dan sejumlah pasar pantauan saja
Sehingga, hingga saat ini Bulog Tanjungpinang belum memiliki kebijakan untuk mendistribusikan minyakita ke pengecer di luar pasar pantauan.
"Karena stok yang kami terima masih terbatas. Prioritas kami menjaga ketersediaan di pasar pantauan yang bekerja sama dengan Disperindag," sebut Arief Alhadihaq.
Baca Juga: Bansos PKH Natuna Tahap 3 Segera Disalurkan
Menurutnya, terbatasnya pasokan dipengaruhi besarnya kebutuhan nasional untuk program bantuan pangan. Dalam penyaluran bantuan tersebut, Bulog Tanjungpinang memperoleh pasokan Minyakita dari PT Son batam serta salah satu perusahaan di Pekanbaru, sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah.
Bulog mencatat penyaluran bantuan pangan tahap I alokasi Februari-Maret di Kepulauan Riau telah rampung kepada 143.034 penerima manfaat.
Setiap penerima, kata dia memperoleh 20 kilogram beras dan empat liter Minyakita sehingga kebutuhan pasokan minyak goreng meningkat signifikan.
"Untuk sementara stok yang ada harus dijaga hingga pengiriman berikutnya," tambahnya.
Ia menambahkan, harga eceran tertinggi (HET) Minyakita tetap Rp15.700 per liter. Sementara pengawasan harga dilakukan Satgas Pangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak