Batampos - Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Provinsi Kepulauan Riau menyoroti fenomena langkanya minyak goreng subsidi merk Minyakita, hingga harga jual diatas harga eceran tertinggi (Het) Rp15.700 per liter.
Hal tersebut berdasarkan hasil pantauan LPK Kepri di ritel, hingga warung yang ada di Tanjungpinang dan Bintan selama satu bulan belakangan ini. Dari hasil pantauan, minyak goreng murah tersebut sulit ditemuin di etalase ritel modern, hingga warung kelontong.
Ketua LPK Kepri, Rian Hidayat menduga terjadinya kecurangan, baik dalam hal penyaluran maupun harga jual minyakita kepada masyarakat. Terlebih, minyakita tersebut kerap masuk melalui Tanjungpinang, namun cepat raib dipasaran.
"Kemungkinan minyak itu dijual kepada pihak yang ingin mendapatkan keuntungan yang besar. Sementara masyarakat tidak mendapatkan manfaat keberadaan minyak tersebut," kata Rian.
Baca Juga: Prediksi Final Wimbledon 2026: Jannik Sinner vs Alexander Zverev
Ia menegaskan, Dinas terkait seperti Dipsprindag Provinsi maupun kabupaten/kota perlu melakukan pengawasan terkait penyaluran minyakita. Selain itu, LPK Kepri juga akan meminta klarifikasi kepada pihak-pihak terkait.
Menanggapi hal tersebut, Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kepri, Andri Kurniawan menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan, terkait penyaluran dan harga jual minyakita.
Sejauh ini, kata Andri sudah ada pedagang di Kota Tanjungpinang yang ditegur karena menjual minyakita diatas harga Het Rp15.700 per liter. Namun, teguran itu hanya diberikan secara lisan.
"Saat ini sudah ada yang kita tegur secara lisan, jadi mungkin kedepan kita akan memperketat pengawasan," tegasnya.
Selain itu, pedagang juga diimbau untuk tidak lagi menjual minyakita diatas Het yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Selain itu, Disperindag Kepri juga terus berkoordinasi dengan distributor, untuk mencegah terjadinya kelangkaan.
Untuk di Kepri, kebutuhan minyak goreng dalam setahun kurang lebih sebanyak 2.000 ton. Masyarakat, juga hanya diperbolehkan membeli minyakita sebanyak 12 liter per harinya untuk satu orang.
"Maksimal 12 liter per hari untuk satu orang. Karena, minyak ini juga digunakan oleh UMKM," tambahnya.
Baca Juga: Yigox Pecahkan Rekor Dunia Guinness World Records dengan 760 Klik Mouse per Menit
Sementara itu, Ketua Adibapok Tanjungpinang - Bintan, M. Sadmi Al Qayum mengatakan saat ini Tanjungpinang telah kedatangan 249.000 liter minyakita, untuk memenuhi kebutuhan Tanjungpinang, Bintan, hingga Karimun.
Stok yang tersedia tersebut akan dilakukan pembagian distribusi ke beberapa wilayah, diantaranya ke Kabupaten Karimun sebanyak 72.000 liter dan untuk Tanjungpinang dan Bintan sebanyak 177.000 liter.
"Untuk melakukan antisipasi kekosongan kembali akan segera didatangkan lagi per tanggal 15 Juli sebanyak 71.000 liter," ujarnya.
Ia menambahkan, minyakita sempat mengalami kelangkaan, disebabkan terjadinya kendala dalam proses pengiriman. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak