batampos – Badan Pengusahaan (BP) Tanjungpinang bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas meninjau sejumlah proyek strategis di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Tanjungpinang. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus pemetaan potensi pengembangan kawasan perdagangan bebas di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau.
Kepala BP Tanjungpinang, Cokky Wijaya, mengatakan peninjauan lapangan merupakan rangkaian kegiatan pemantauan, evaluasi, dan pengendalian risiko pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Lingkup Pembangunan Indonesia Barat Tahun Anggaran 2026.
Dalam kunjungan tersebut, tim Bappenas meninjau sejumlah lokasi yang diproyeksikan menjadi motor penggerak pengembangan FTZ Tanjungpinang, antara lain kawasan Central Business District (CBD) FTZ Senggarang, Kampung Nelayan, Kawasan Heritage Vihara, tenant Pesawat Hovering, serta Pelabuhan Tanjung Mocoh.
Baca Juga: Bidik Transformasi Bertaraf Internasional, STIKOM Muhammadiyah Batam Resmikan Gedung Baru
"Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus memetakan peluang dan tantangan dalam pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Tanjungpinang," kata Cokky, Senin (13/7).
Menurutnya, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan BP Tanjungpinang untuk memaparkan berbagai potensi kawasan kepada pemerintah pusat.
Tim Bappenas, lanjut Cokky, memperoleh penjelasan mengenai potensi tenant Pesawat Hovering sebagai salah satu fasilitas penunjang kawasan, serta prospek Pelabuhan Tanjung Mocoh dalam memperkuat konektivitas, memperlancar arus logistik dan distribusi barang, hingga mendukung aktivitas ekspor dan impor di kawasan FTZ.
Selain meninjau potensi, rombongan juga mengidentifikasi sejumlah persoalan yang masih menjadi tantangan dalam pengembangan kawasan.
"Hasil identifikasi tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan yang lebih terarah," ujarnya.
Sementara itu, Anggota II BP Tanjungpinang, Effendi, berharap kunjungan lapangan tersebut dapat menyamakan persepsi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pengembangan kawasan strategis FTZ Tanjungpinang.
Menurutnya, hasil peninjauan diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus menarik lebih banyak investasi.
"BP Tanjungpinang berkomitmen memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong peningkatan investasi, memperkuat konektivitas, serta mewujudkan FTZ Tanjungpinang yang semakin maju, kompetitif, dan berkelanjutan," tutupnya. (*)
Editor : Jamil Qasim