Menteri PU Targetkan Sekolah Rakyat Tanjungpinang Selesai Juni 2027

Antara • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:00 WIB
Menteri PU, Dody Hanggodo, (kiri) bersama Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, dan jajaran meninjau lahan sekolah rakyat di kawasan Madong, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (29/8/2026). ANTARA/Ogen
Menteri PU, Dody Hanggodo, (kiri) bersama Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, dan jajaran meninjau lahan sekolah rakyat di kawasan Madong, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (29/8/2026). ANTARA/Ogen

batampos – Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, ditargetkan rampung pada Juni 2027. Pemerintah mengejar penyelesaian pembangunan sebelum penerimaan siswa baru dimulai pada Juli tahun depan.

Target tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat meninjau lahan pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Madong, Kota Tanjungpinang, Sabtu (29/8).

Sekolah Rakyat Tanjungpinang merupakan satu dari tiga SR di Kepri yang masuk tahap ketiga pembangunan secara nasional. Dua lainnya berada di Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas.

"Pembangunan ketiga sekolah rakyat di Kepri ini masuk tahap ketiga secara nasional. Target kita rampung pada Juni 2027, karena Juli sudah mulai penerimaan siswa baru," kata Dody.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sebelum pembangunan gedung permanen dimulai. Saat ini, Sekolah Rakyat Tanjungpinang masih menggunakan eks gedung SMPN 15 Tanjungpinang di Jalan Borobudur.

Gedung baru tersebut akan dibangun di atas lahan sekitar 12 hektare. Lahan itu merupakan hibah dari Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Menurut Dody, pembangunan fisik sekolah tersebut segera dimulai karena pihak pelaksana pekerjaan sudah tersedia.

"Gedungnya tinggal dibangun saja dan yang akan mengerjakan juga sudah ada. Hari ini, saya hanya mengecek kesiapan lahannya," ujarnya.

Pembangunan Sekolah Rakyat sepenuhnya menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp250 miliar untuk setiap sekolah.

Konsep SR dirancang sebagai sekolah berasrama atau boarding school. Kompleks tersebut nantinya terdiri atas sekitar 27 massa bangunan yang mencakup ruang belajar, asrama siswa, rumah guru dan wali asrama, laboratorium, serta fasilitas penunjang lainnya.

Fasilitas olahraga juga disiapkan dalam kawasan sekolah. Di antaranya lapangan sepak bola standar semiinternasional, kolam renang, lapangan bulu tangkis, serta tempat ibadah.

Dody mengapresiasi dukungan Pemkot Tanjungpinang terhadap program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penyediaan lahan untuk pembangunan kompleks sekolah.

Dalam kunjungan tersebut, Dody didampingi Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, serta jajaran pemerintah daerah. (*)

Editor : M Tahang
Sekolah Rakyat Tanjungpinang Menteri PU