Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Risiko, SPPG Batam Terapkan Label Batas Waktu Konsumsi MBG

A
Penulis: Abdul Azis Maulana❯
Seorang guru saat akan membagikan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada murid-murid SD 010 Batam Kota babarapa waktu lalu. F.  Cecep Mulyana/Batam Pos
Seorang guru saat akan membagikan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada murid-murid SD 010 Batam Kota babarapa waktu lalu. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Badan Gizi Nasional (BGN) meminta setiap wadah makanan atau ompreng dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilengkapi label batas waktu konsumsi. Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah pencegahan untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan program nasional tersebut.


Advertisement

Di Kota Batam, penerapan label batas waktu konsumsi pada makanan MBG mulai dilakukan, meski belum sepenuhnya merata di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ketua Koordinator SPPG Kota Batam, Defri Frenaldi, mengatakan sejumlah SPPG di Batam telah menempelkan label batas waktu konsumsi pada ompreng atau wadah makanan yang dibagikan kepada siswa.

“Sudah ada beberapa SPPG yang menempelkan label batas waktu konsumsi di ompreng makanan,” kata Defri, Selasa (27/1).

Advertisement

Namun demikian, ia mengakui masih ada SPPG yang menyampaikan informasi batas waktu konsumsi dengan cara lain, yakni melalui pengumuman di grup komunikasi penanggung jawab sekolah atau person in charge (PIC).

“Ada juga yang menyampaikan melalui grup masing-masing PIC sekolah, agar informasi batas waktu makan tetap sampai ke pihak sekolah,” ujarnya.

Menurut Defri, secara umum seluruh SPPG di Kota Batam memiliki kewajiban untuk turun langsung ke sekolah-sekolah guna melakukan edukasi terkait program MBG. Edukasi tersebut tidak hanya mencakup batas waktu konsumsi makanan, tetapi juga pemeriksaan kualitas makanan serta pemahaman gizi kepada pihak sekolah dan siswa.

Advertisement

“SPPG wajib turun ke sekolah untuk melakukan edukasi. Mulai dari batas waktu konsumsi, uji organoleptik, hingga edukasi gizi lainnya,” jelasnya.

Uji organoleptik merupakan metode penilaian mutu makanan berdasarkan pancaindra, seperti warna, aroma, rasa, dan tekstur. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan makanan yang dikonsumsi siswa masih dalam kondisi layak dan aman.

Defri menambahkan, keterlibatan aktif SPPG di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan program MBG berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan BGN. Dengan adanya edukasi langsung, diharapkan pihak sekolah dan siswa memahami pentingnya mengonsumsi makanan sesuai batas waktu yang dianjurkan.

“Kami ingin memastikan makanan MBG benar-benar dikonsumsi dalam kondisi aman dan berkualitas. Edukasi ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman atau kelalaian di lapangan,” katanya.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah. Karena itu, aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

Ke depan, SPPG Kota Batam akan terus berkoordinasi dengan BGN serta pihak sekolah untuk memastikan seluruh ketentuan, termasuk pemasangan label batas waktu konsumsi, dapat diterapkan secara lebih merata dan konsisten di seluruh satuan pendidikan penerima MBG. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Sembilan SPPG di Bintan Sempat Disuspend karena Tak Unggah LPDH

Sembilan SPPG di Bintan Sempat Disuspend karena Tak Unggah LPDH

Sebanyak sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bintan sempat dihentikan operasionalnya.

MBG Buka Peluang Pasar bagi UMKM, Petani, dan Peternak Lokal

MBG Buka Peluang Pasar bagi UMKM, Petani, dan Peternak Lokal

Sebanyak 52.689 UMKM tercatat menjadi pemasok program Makan Bergizi Gratis hingga 9 Oktober 2026.

MBG Pakai Skema Prasmanan, Diklaim Bisa Kurangi Sisa Makanan

MBG Pakai Skema Prasmanan, Diklaim Bisa Kurangi Sisa Makanan

Analis politik Fadhil Abdurrahim mengusulkan skema prasmanan untuk MBG guna mengurangi sisa makanan dan memperkuat pendidikan karakter siswa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer