Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

LAM Batam: Saatnya “Memelayukan” Nama Jalan dan Ruang Publik

R
Penulis: Rengga Yuliandra❯
LAM Batam mendorong Pemko Batam untuk merapikan nama-nama jalan dan sejenisnya dengan nama yang mencerminkan sejarah maupun tokoh Melayu. (inzet) YM Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin / Foto: Cecep Mulyana / Batam Pos
LAM Batam mendorong Pemko Batam untuk merapikan nama-nama jalan dan sejenisnya dengan nama yang mencerminkan sejarah maupun tokoh Melayu. (inzet) YM Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin / Foto: Cecep Mulyana / Batam Pos

Advertisement

batampos – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam mendorong penataan ulang nama-nama jalan, simpang, bundaran, hingga ruang publik agar mencerminkan sejarah dan tokoh Melayu.

Ketua Umum LAM Provinsi Kepri Kota Batam, Raja Haji Muhammad Amin, menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga jati diri budaya di tengah pesatnya modernisasi kota.

“Sudah saatnya kita memelayukan semua nama tempat, jalan, simpang, bundaran, dan ruang publik lainnya. Ini bukan sekadar soal nama, tetapi tentang marwah dan identitas negeri,” ujarnya.

Advertisement

Ia menyoroti sejumlah nama lokasi di Batam yang dinilai tidak memiliki akar historis maupun nilai budaya Melayu. Salah satunya adalah Simpang Frengky di pertemuan Jalan Laksamana Bintan dan Jalan Raja Ali Kelana.

Menurutnya, penamaan tersebut tidak mencerminkan sejarah ataupun tokoh Melayu.

“Seumur hidup saya tak pernah berjumpa dengan yang namanya Pak Frengky ini,” katanya.

Advertisement

Sebagai alternatif, ia mengusulkan penggunaan nama tokoh Melayu yang memiliki kontribusi nyata dalam sejarah, seperti Raja Ali Kelana dan tokoh besar lainnya.

Selain itu, ia juga menyoroti penyebutan salah satu simpang di wilayah Bengkong yang dikenal dengan istilah bernuansa tidak pantas.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Ruang publik harus mencerminkan adab dan nilai budaya Melayu,” tegasnya.

LAM Batam, lanjutnya, tidak hanya berhenti pada wacana. Pihaknya akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengintegrasikan nama-nama bernuansa Melayu ke dalam sistem digital, termasuk platform seperti Google Maps.

Advertisement

Artikel Terkait

    Maulid Nabi di LAM Batam Dikemas dengan Pantun dan Gurindam Melayu

Maulid Nabi di LAM Batam Dikemas dengan Pantun dan Gurindam Melayu

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di LAM Kepri Kota Batam dikemas berbeda dengan peluncuran buku Nabi Muhammad SAW dalam Pantun Melayu

Kenduri Seni Melayu 2026  Jadi Ruang Pelestarian Budaya

Kenduri Seni Melayu 2026  Jadi Ruang Pelestarian Budaya

Kenduri Seni Melayu 2026 di Batam hadirkan seni budaya, UMKM, dan live painting sebagai upaya melestarikan warisan Melayu.

LAM Kepri Kota Batam Tegas: B2 dan Tuak Tak Boleh Dijual di Ruang Publik

LAM Kepri Kota Batam Tegas: B2 dan Tuak Tak Boleh Dijual di Ruang Publik

Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau mengeluarkan empat keputusan penting menyusul polemik penjualan daging babi (B2) di kawasan Dapur 12.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer