Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Maulid Nabi di LAM Batam Dikemas dengan Pantun dan Gurindam Melayu

M
Penulis: Muhammad Sya'ban❯
Ketua Umum LAM Kota Batam Dato’ Raja Muhammad Amin bersama penulis Dato’ Marsapwan dan tamu undangan usai peluncuran buku Nabi Muhammad SAW dalam Pantun Melayu di Gedung LAM Batam. F.M. Sya’ban / Batam Pos
Ketua Umum LAM Kota Batam Dato’ Raja Muhammad Amin bersama penulis Dato’ Marsapwan dan tamu undangan usai peluncuran buku Nabi Muhammad SAW dalam Pantun Melayu di Gedung LAM Batam. F.M. Sya’ban / Batam Pos

Advertisement

 
batampos - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Kota Batam tahun ini dikemas berbeda. Selain berselawat dan mendengarkan tausiah, kegiatan tersebut menjadi momentum peluncuran buku Nabi Muhammad SAW dalam Pantun Melayu karya Dato’ H. Marsapwan, Lc., M.A.

Sekitar 130 pengurus LAM Kota Batam, pengurus LAM kecamatan, calon Hulubalang, dan Tun Fatimah menghadiri kegiatan di Gedung Nong Isa, Istana Besar Madani LAM Kepri Kota Batam, Jumat (21/8) malam.

Ketua Umum LAM Kota Batam Raja Muhammad Amin mengatakan, peringatan Maulid tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi ruang untuk kembali mengingat keteladanan Nabi Muhammad SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Advertisement

“Syabas dan tahniah kepada Dato’ H. Marsapwan yang telah menyelesaikan buku Nabi Muhammad SAW dalam Pantun Melayu. Karya ini dikerjakan kurang lebih satu tahun dan tentu perlu kita apresiasi,” ujarnya.

Menurut dia, peluncuran buku sengaja dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi agar kegiatan tahun ini memiliki warna berbeda. Sastra Melayu digunakan sebagai medium untuk menyampaikan kisah kehidupan, perjuangan, dan dakwah Rasulullah SAW.

Advertisement

Buku setebal sekitar 300 halaman tersebut merupakan karya ke-9 Marsapwan. Isinya mengangkat sosok Nabi Muhammad SAW melalui bait-bait pantun Melayu.

Raja Muhammad Amin mengajak pengurus dan masyarakat tidak hanya mengagumi Rasulullah, tetapi juga mengikuti sunahnya.

“Kita harus meneladani Rasulullah SAW dan mengamalkan sunah beliau sebagai bentuk kasih sayang dan kerinduan kita kepada Rasulullah,” kata dia.

Rangkaian kegiatan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qoriah Ananda Zakiyya Zahra Adany dari Qur’an Center. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Gurindam 12 karya Raja Ali Haji oleh Ananda Raja Imesyha Putri Jelita.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Perda LAM Batam Resmi Disahkan

Perda LAM Batam Resmi Disahkan

Perda LAM Batam resmi disahkan. Regulasi ini menjadi payung hukum untuk menjaga identitas, adat, dan budaya Melayu di tengah pesatnya pembangunan kot

LAM Kepri Kota Batam Tegas: B2 dan Tuak Tak Boleh Dijual di Ruang Publik

LAM Kepri Kota Batam Tegas: B2 dan Tuak Tak Boleh Dijual di Ruang Publik

Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau mengeluarkan empat keputusan penting menyusul polemik penjualan daging babi (B2) di kawasan Dapur 12.

LAM Batam Usulkan 24 Nama Baru Simpang dan Bundaran, Angkat Identitas Melayu

LAM Batam Usulkan 24 Nama Baru Simpang dan Bundaran, Angkat Identitas Melayu

Lembaga Adat Melayu Kota Batam mengusulkan pergantian nama 24 simpang dan bundaran di berbagai wilayah Kota Batam ke Pemko Kota Batam dan BP Batam

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer