
batampos – Aksi pencurian kembali menyasar fasilitas pendidikan di Kota Batam. Kali ini, pelaku membobol SMP Negeri 28 Batam dan membawa kabur sejumlah aset sekolah berupa spiker serta pompa air dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Kasus tersebut diketahui pihak sekolah pada Kamis (11/6) pagi saat hendak menggunakan perangkat pengeras suara untuk kegiatan sekolah. Namun, spiker yang biasa digunakan tidak ditemukan di tempat penyimpanannya sehingga pihak sekolah langsung melakukan pengecekan.
Wakil Kepala SMPN 28 Batam, Rosidi, mengatakan awalnya pihak sekolah hanya mengetahui hilangnya spiker. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV), terungkap bahwa pelaku diduga telah beraksi beberapa hari sebelumnya.
“Kami mengetahui hal tersebut pagi tadi saat ingin menggunakan spiker,” ujar Rosidi saat dikonfirmasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan rekaman CCTV, pelaku terlihat memasuki lingkungan sekolah pada Minggu (7/6/2026). Pelaku diduga masuk dengan cara memanjat pagar sekolah sebelum menyasar sejumlah area untuk mencari barang-barang yang dapat dibawa kabur.
Tidak hanya spiker, pelaku juga diduga mencuri pompa air milik sekolah. Seluruh aksi tersebut terekam kamera pengawas dan kini menjadi salah satu alat bukti penting dalam proses penyelidikan.
“Setelah kami cek CCTV, ternyata pelaku beraksi pada Minggu, 7 Juni 2026. Bukan hanya spiker yang hilang, tetapi pompa air juga diambil,” kata Rosidi.
Akibat kejadian tersebut, pihak sekolah mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp10 juta. Selain berdampak pada aset sekolah, hilangnya peralatan tersebut juga berpotensi mengganggu kegiatan belajar dan operasional sekolah.
Pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian serta menyampaikan laporan kepada Dinas Pendidikan untuk mendapatkan tindak lanjut dan penanganan lebih lanjut.



