Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ombudsman Kepri Apresiasi Rute Trans Batam ke Bandara Hang Nadim

A
Penulis: Abdul Azis Maulana❯
Bus Trans Batam melayani penumpang di salah satu koridor menuju Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau mengapresiasi pembukaan rute baru tersebut sekaligus mendorong peningkatan frekuensi layanan, kualitas halte, dan fasilitas yang ramah bagi seluruh pengguna.   F. Cecep Mulyana / Batam Pos
Bus Trans Batam melayani penumpang di salah satu koridor menuju Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau mengapresiasi pembukaan rute baru tersebut sekaligus mendorong peningkatan frekuensi layanan, kualitas halte, dan fasilitas yang ramah bagi seluruh pengguna. F. Cecep Mulyana / Batam Pos

Advertisement

batampos – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau menyambut positif peluncuran rute baru Bus Trans Batam yang melayani perjalanan menuju dan dari Bandara Internasional Hang Nadim. Namun, lembaga pengawas pelayanan publik itu mengingatkan bahwa keberhasilan transportasi massal tidak hanya ditentukan oleh penambahan rute, tetapi juga kualitas layanan yang dirasakan masyarakat.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau, Lagat Siadari, menilai hadirnya layanan Trans Batam menuju Bandara Hang Nadim merupakan langkah maju dalam pengembangan transportasi publik di Kota Batam. Dengan tarif yang terjangkau, layanan tersebut diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan kendaraan pribadi maupun transportasi daring.

"Ini tentu perkembangan yang positif. Dengan moda transportasi yang lebih murah, masyarakat memiliki pilihan baru untuk menuju bandara," kata Lagat, Rabu (1/7).

Advertisement

 

Halte Harus Mudah Diakses Penumpang

Meski mengapresiasi kebijakan tersebut, Lagat menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung, khususnya keberadaan halte di kawasan Bandara Hang Nadim.

Menurutnya, halte harus ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau penumpang serta dilengkapi fasilitas yang nyaman agar masyarakat tidak kesulitan saat menunggu bus.

"Jangan sampai halte terlalu jauh dari titik kedatangan atau keberangkatan penumpang. Masyarakat pasti membutuhkan ruang yang nyaman ketika menunggu bus datang," ujarnya.

 

Frekuensi Bus Idealnya Setiap 10–15 Menit

Selain lokasi halte, Ombudsman juga menyoroti durasi waktu tunggu antararmada. Lagat menilai frekuensi keberangkatan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan minat masyarakat menggunakan transportasi umum.

Advertisement

Artikel Terkait

Batam Siapkan 10 Mikrobus Listrik untuk Feeder Trans Batam pada 2027

Batam Siapkan 10 Mikrobus Listrik untuk Feeder Trans Batam pada 2027

Dishub Batam merencanakan 10 mikrobus listrik untuk feeder Trans Batam di Sekupang dan Batu Aji, dengan target operasi Mei 2027.

50 Halte Trans Batam Disiapkan untuk Branding, Tarif hingga Rp2,5 Juta per Bulan

50 Halte Trans Batam Disiapkan untuk Branding, Tarif hingga Rp2,5 Juta per Bulan

Dishub Batam menyiapkan 50–60 halte Trans Batam untuk iklan dan branding. Tarif branding diproyeksikan hingga Rp2,5 juta per bulan.

Batam Masih Kekurangan 100 Halte Trans Batam

Batam Masih Kekurangan 100 Halte Trans Batam

Dishub Batam mencatat kebutuhan ideal 220 halte Trans Batam. Saat ini baru tersedia 114 halte dan akan menggandeng swasta melalui CSR.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer