Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabut Selimuti Batam, PM2.5 Tembus 82,9 Mikrogram

A
Penulis: Abdul Azis Maulana❯
Kabut asap menyelimuti langit Batam, Minggu (6/9). Kondisi ini dinilai dapat menganggu kesehatan. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Kabut asap menyelimuti langit Batam. Kondisi ini dinilai dapat menganggu kesehatan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Advertisement

 batampos - Kabut menyelimuti Batam pada Senin (14/9) pagi. Di balik kondisi berkabut tersebut, kualitas udara di kota kepulauan ini berada dalam kategori tidak sehat. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 terukur mencapai 82,9 mikrogram per meter kubik.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam meminta masyarakat mewaspadai kondisi tersebut, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan.

Kepala BMKG Hang Nadim Batam, Ramelan, mengatakan angka PM2.5 tersebut merupakan hasil pemantauan kualitas udara di wilayah Batam. Nilainya telah melampaui ambang yang disebutnya sebagai kondisi normal.

Advertisement

“Pagi ini kualitas udara Batam kategori tidak sehat. Hasil konsentrasi partikulat PM2.5 Batam di angka 82,9 mikrogram per meter kubik,” kata Ramelan, Senin (14/9).

Menurutnya, peningkatan konsentrasi partikulat berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Kondisi udara juga perlu menjadi perhatian dalam aktivitas penerbangan apabila jarak pandang ikut terganggu.

Ramelan menjelaskan, kondisi udara di Batam dipengaruhi asap yang terbawa angin dari sejumlah wilayah di daratan Sumatera. Partikel tersebut bergerak mengikuti pola angin hingga mencapai wilayah Kepulauan Riau.

Namun, kabut yang terlihat cukup tebal pada pagi hari tidak seluruhnya merupakan asap. Kelembapan udara yang tinggi membuat partikel dan uap air tertahan di dekat permukaan.

“Pada pagi hari udara masih tertahan di permukaan karena adanya kabut akibat udara yang lembap,” ujarnya.

Fenomena tersebut dalam meteorologi dikenal sebagai haze. Embun dan kelembapan tinggi pada pagi hari membuat atmosfer tampak keruh dan jarak pandang berkurang. Kondisi itu diperkirakan berangsur membaik ketika matahari mulai menguat dan sirkulasi udara meningkat pada siang hari.

Ramelan mengatakan konsentrasi PM2.5 dalam kondisi normal berada di bawah 50 mikrogram per meter kubik. Semakin rendah konsentrasinya, semakin baik kualitas udara.

Advertisement

Artikel Terkait

Kabut Asap Mereda, Sekolah di Natuna Kembali Tatap Muka

Kabut Asap Mereda, Sekolah di Natuna Kembali Tatap Muka

Kualitas udara membaik, Pemkab Natuna kembali menerapkan PTM mulai 14 September setelah sebelumnya siswa belajar dari rumah akibat kabut asa

    Kabut Asap Pekat, Sekolah di Tambelan Tetap Buka demi MBG

Kabut Asap Pekat, Sekolah di Tambelan Tetap Buka demi MBG

Rencana pembelajaran daring di sekolah-sekolah Kecamatan Tambelan akibat kabut asap pekat dibatalkan

Tambelan Kembali Diselimuti Kabut Asap Pekat, Belajar Daring Mulai Senin 

Tambelan Kembali Diselimuti Kabut Asap Pekat, Belajar Daring Mulai Senin 

Kecamatan Tambelan, Bintan kembali diselimuti kabut asap pekat. Jarak pandang terbatas hingga menganggu aktivitas warga. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer