Bintan Bidik Pasar Pensiun Mewah Dunia, Sukha Soleil Hadirkan 50 Vila

batampos - Bintan tak lagi hanya mengandalkan wisata olahraga atau sport tourism. Pulau ini mulai membidik pasar baru, yakni destinasi pensiun mewah kelas dunia bagi wisatawan berusia 50 tahun ke atas yang tetap aktif dan produktif.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian pembangunan Sukha Soleil antara PT Sukha Swarna Mahkota, anak perusahaan Hemrish Group Sdn Bhd asal Malaysia, dan PT Taman Indah selaku pengelola Pantai Indah Lagoi Bintan.
Penandatanganan berlangsung di Pantai Indah Lagoi Bintan, Jumat (28/8/2026) sore. Kegiatan tersebut disaksikan Chief Operating Officer (COO) Bintan Resort Abdul Wahab.
Sukha Soleil akan dibangun di kawasan tepi pantai eksklusif Lagoi. Proyek tersebut mengusung konsep estat longevity dan pensiun mewah yang terdiri atas 50 vila di Pantai Indah Lagoi, Pulau Bintan. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2026.
Konsep yang ditawarkan memadukan hunian privat dengan standar layanan setara resor mewah. Pada tahap awal, tersedia 10 vila. Menariknya, 50 persen dari jumlah tersebut telah dipesan secara privat.
Setiap vila memiliki luas sekitar 1.700 kaki persegi. Fasilitasnya mencakup kamar tidur, ruang makan, dapur kecil (kitchenette), dan kolam renang pribadi.
bintanBaca Juga: 49 Ton Besi Scrap PT BAI Dicuri, Terduga Pelaku Dijemput Paksa
Yang membedakannya dari hunian biasa adalah layanan personal bagi penghuni. Setiap penghuni vila akan didampingi Personal Lifestyle Manager dan dibantu tim konsierj estat yang mengurus berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari bersantap, perjalanan dan transportasi, golf, hingga janji temu layanan kesehatan.
Segmen pasar yang dibidik juga bersifat global. Sukha Soleil menargetkan warga berusia 50 tahun ke atas dari Singapura, Australia, Jepang, Korea, Tiongkok, Eropa, Amerika Serikat, Timur Tengah, hingga Indonesia.
Presiden PT Sukha Swarna Mahkota sekaligus Group Chairman Hemrish Group, Dr. N. Raaj Selvarajan, mengatakan proyek tersebut ingin menghadirkan cara hidup baru bagi wisatawan berusia 50 tahun ke atas.
“Kami tidak sedang menciptakan desa pensiun biasa. Di sini, keramahtamahan, longevity, layanan kesehatan, dan layanan personal yang lengkap tanpa mengurangi kemandirian,” ujarnya.



