batampos – Tenaga Ahli Kementerian Haji dan Umrah RI, Abdul Rahman Syahputra, menekankan pentingnya kepatuhan dan kesiapan fisik kepada jamaah calon haji (JCH) Batam saat gladi posko dan simulasi perjalanan haji di Asrama Haji Batam Center, Senin (16/2).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 695 JCH Batam tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hadir juga Kepala Kanwil Kemenhaj Kepri Muhammad Syafi’i, Kepala Kemenhaj Batam Syahbudi, petugas kloter, serta perwakilan petugas dari Arab Saudi.
Dalam arahannya, Abdul Rahman mengingatkan bahwa bekal utama berhaji bukan hanya kesiapan fisik, tetapi juga kesiapan mental dan spiritual.
“Yang paling penting dipersiapkan adalah hati. Jangan banyak mengeluh, karena bapak ibu adalah tamu-tamu Allah,” ujarnya.
Ia menyampaikan, tahun ini menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyelenggarakan layanan haji secara mandiri.
Menurutnya, Menteri Haji dan Umrah RI, Irfan Yusuf, saat ini berada di Arab Saudi untuk memastikan kesiapan layanan, mulai dari pelatihan petugas, katering, hotel, hingga fasilitas di Arafah dan Mina.
Abdul Rahman menegaskan, ibadah haji membutuhkan stamina prima karena rangkaian ibadahnya cukup berat secara fisik. Apalagi, sebagian jamaah tergolong berisiko tinggi karena memiliki penyakit penyerta.
Ia juga mengingatkan jamaah untuk mematuhi arahan ketua kloter serta menjaga koordinasi selama di Tanah Suci.
“Mohon ikuti perintah ketua kloter dan jaga koordinasi agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar,” katanya.
Dalam gladi tersebut, jamaah mengikuti simulasi rangkaian ibadah, termasuk wukuf di Arafah. Meski harus berjemur selama beberapa jam, jamaah tetap antusias mengikuti seluruh kegiatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan agar jamaah haji Batam dapat menjalankan ibadah dengan tertib, aman, dan lancar. (*)
Editor : M Tahang