
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan pembekalan pencegahan tindak pidana korupsi kepada seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) beserta pasangan masing-masing. Keluarga dinilai memiliki peran penting dalam membangun integritas dan mencegah perilaku koruptif.
Pembekalan tersebut dilakukan melalui bimbingan teknis (bimtek) keluarga berintegritas yang digelar di Aula Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (29/10).
Pelaksana Harian Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, David Sepriwasa, mengatakan kegiatan serupa dilaksanakan di sejumlah provinsi, termasuk Kepri. Melalui kegiatan ini, kepala OPD dan pasangan diharapkan membangun keterbukaan serta transparansi dalam kehidupan keluarga.
“Bimtek ini dilakukan di beberapa provinsi, salah satunya di Kepri. Agar kepala OPD bersama pasangan dapat menerapkan transparansi atau keterbukaan informasi,” kata David.
Ia menjelaskan, perilaku koruptif dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk gaya hidup mewah dan kebiasaan memamerkan kekayaan atau flexing di lingkungan keluarga. Tekanan untuk memenuhi gaya hidup tersebut berpotensi mendorong pejabat mencari penghasilan di luar batas kewajaran.
Karena itu, menurut David, pencegahan korupsi perlu dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga. Pasangan diharapkan saling mengingatkan dan mendukung penerapan nilai-nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari.
“Justru dengan keluarga yang kuat, mereka bersemangat melayani masyarakat dan tulus melakukan pelayanan publik,” ujarnya.
David menambahkan, kegiatan tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap upaya menekan tingkat korupsi. Keluarga dapat mengambil peran dengan membangun kebiasaan hidup sederhana, terbuka, dan berpegang pada nilai kejujuran.
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyambut baik pelaksanaan bimtek tersebut. Menurut dia, pembentukan keluarga berintegritas menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah tindak pidana korupsi.
“Makanya KPK memberikan gambaran bahwa keluarga dapat menghasilkan hal yang terbaik, yaitu tidak korupsi,” kata Ansar.
Ia menilai, keterbukaan antara pasangan dapat menjadi benteng dalam mencegah perilaku menyimpang. Karena itu, para pejabat di lingkungan Pemprov Kepri diharapkan menerapkan nilai-nilai integritas tidak hanya dalam pekerjaan, tetapi juga dalam kehidupan keluarga.
“Kita akan tanamkan ini semua kepada para pejabat kita. Kita harus membangun sistem yang baik dalam keluarga,” pungkasnya. (*)



