Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Berada di Kaki Gunung Batu, Prasasti Batu Bersurat Jadi Objek Wisata Religius Andalan Karimun

Ichwanul Fazmi • Senin, 3 Februari 2025 | 20:22 WIB

Prasasti Batu Bersurat Pasir Panjang, Kabupaten Karimun yang dijadikan cagar budaya sekaligus tempat ibadah bagi penganut Agama Budha.
Prasasti Batu Bersurat Pasir Panjang, Kabupaten Karimun yang dijadikan cagar budaya sekaligus tempat ibadah bagi penganut Agama Budha.
batampos – Di Kabupaten Karimun cukup banyak terdapat cagar budaya yang dilindungi.  Salah satunya adalah prasasti Batu Bersurat Pasir Panjang.

Berada di bawah kaki Gunung Jantan, Kelurahan Pasirpanjang, Kecamatan Meral Barat, prasasti berupa tulisan yang dipahat di atas batu granit raksasas itu, kini menjadi daya tarik bagi wisatawan asing.  

Ditemukan pertama kali oleh seorang ahli pertanian berkebangsaan Belanda bernama K.F Holle. Terdapat tulisan di prasasti batu granit terdiri dari enam baris terpisah. Oleh ahli sejarah Dr. J Brandes berhasil ditranskripsi dan terjemahkan. Bunyinya: Mahayanika, Galayantritasr, Gautamasripada, Mahayanika, Golapanditasri Gautamasripada.

Ditulis dalam huruf sanserkerta, prasasti itu ditulis oleh seorang rohaniawan Budha yang intinya bertemakan pemujaan kepada sang Budha Mahayana. Hal ini meyakini jika penyebaran agama Budha sudah masuk ke Karimun sejak abad ke IX.

Tidak heran, kini di lokasi berdirinya prasasti dijadikan sebagai tempat beribadah bagi penganut agama Budha. Hingga menarik para wisatawan dari etnis India, dan Tionghoa untuk dating melakukan ritual doa minta kesehatan, keselamatan dan kemurahan rejeki.

Oleh Pemerintah Kabupaten Karimun, menetapkan prasasti berusia sepuluh abad itu sebagai Cagar Budaya yang keberadaannya dijaga dan dilindungi.

Untuk menuju lokasi prasasti Batu Bertulis, cukup mudah. Pengunjung bisa menggunakan sarana transportasi darat dari Kota Karimun menuju Kelurahan Pasir Panjang atau berjarak kurang lebih 13 kilometer. Dan langsung sampai di depan lokasi situs berada.

Tepat di atas prasasti telah berdiri bangunan beratap seng yang berfungsi menaungi prasasti. Kanan kirinya diberi pagar trails, dan dicat warna kuning. Di sebelah ujung terpampang beberapa foto orang-orang suci Agama Budha. Ada sebuah guci kecil tempat pembakaran hio untuk melakukan ritual doa. (*)

Editor : Ichwanul Fazmi
#wisata religi