Sayangnya, tidak semua buah Kundur yang dijual di pasar dalam kondisi optimal. Nah, berikut ini beberapa tips praktis memilih buah Kundur agar kamu dapatkan kualitas terbaik untuk kesehatan dan masakan harianmu.
- Periksa Kulit Luar Buah
Kulit buah Kundur yang bagus biasanya:
- Berwarna hijau muda atau keabu-abuan.
- Ditutupi lapisan lilin putih tipis (ini alami, bukan jamur!).
- Tidak memiliki bintik hitam, bercak cokelat, atau luka memar.
Lapisan lilin ini adalah ciri khas Kundur matang yang masih segar dan tahan lama secara alami.
- Tes Tekstur dan Kekerasan
Coba tekan sedikit bagian kulitnya:
- Kundur segar akan terasa keras dan padat, tidak lembek.
- Hindari buah yang terasa empuk, berair, atau lunak di beberapa bagian karena bisa menandakan pembusukan dari dalam.
Jika memungkinkan, minta penjual memotong sedikit bagian ujung untuk melihat daging buah. Daging Kundur yang baik tampak putih bersih, tidak keruh atau kecokelatan.
- Perhatikan Ukuran dan Bentuk
- Pilih buah dengan ukuran proporsional dan bentuk utuh, tidak terlalu melengkung atau bungkuk ekstrem.
- Kundur yang terlalu besar bisa jadi terlalu tua, dagingnya berserat kasar.
- Untuk konsumsi segar atau sayur, lebih baik pilih Kundur yang sedang atau kecil, biasanya lebih muda dan empuk.
- Cium Aromanya
Meskipun Kundur tidak memiliki aroma kuat, buah yang masih segar biasanya:
- Tidak berbau aneh atau asam.
- Jika sudah tercium aroma asam, tengik, atau fermentasi, artinya buah mulai mengalami pembusukan.
- Tanya Usia Simpan (Jika dari Petani/Penjual Langsung)
Buah Kundur termasuk tahan lama dalam penyimpanan. Jika disimpan dengan baik di tempat sejuk dan kering, bisa bertahan hingga beberapa minggu. Namun, tetap tanyakan kapan buah tersebut dipanen—semakin segar, semakin baik.
Jadi, memilih buah Kundur yang segar dan layak konsumsi memang butuh sedikit kejelian, tapi hasilnya sepadan. Dengan kualitas buah yang baik, kamu bisa menikmati manfaat maksimal—baik untuk masakan, ramuan herbal, maupun kesehatan harianmu. Jadi, jangan asal pilih, ya! (*)
Editor : Ichwanul Fazmi