Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Dari Bahan Sagu hingga Sajian Kuah Kari, Begini Proses Pembuatan Lakse Khas Lingga

Vatawari BP • Selasa, 20 Januari 2026 | 10:00 WIB

ILUSTRASI Lakse khas Dabo Singkep, Lingga. F Istimewa
ILUSTRASI Lakse khas Dabo Singkep, Lingga. F Istimewa

Batampos -  Lakse, makanan tradisional khas Kabupaten Lingga, dikenal tidak hanya karena rasanya yang lezat, tetapi juga karena proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara-cara tradisional. Mulai dari pengolahan batang sagu hingga menjadi mi sagu yang siap disajikan, setiap tahapan memiliki peran penting dalam menghasilkan lakse yang berkualitas.

Safarida, warga Dabo yang kerap membuat lakse, menjelaskan bahwa proses pembuatan lakse terbagi menjadi dua tahap utama, yakni pengolahan sagu dan pembentukan mi lakse.

"Tahapan pertama adalah pengolahan batang sagu menjadi tepung sagu, dan tahapan kedua pengolahan tepung sagu menjadi lakse," ujar Safarida.

Pengolahan Batang Sagu

Batang sagu yang telah matang ditebang dan dibelah memanjang. Bagian empulur atau bagian dalam yang lunak kemudian dikeruk dan dihancurkan. Empulur tersebut dicampur air lalu diperas untuk mengekstrak pati sagu.

Campuran air dan pati disaring untuk memisahkan serat kasar. Pati sagu yang mengendap kemudian dikumpulkan dan dapat langsung digunakan sebagai sagu basah atau dijemur beberapa hari hingga menjadi tepung sagu kering.

Baca Juga: Peringati Hari Kesadaran Nasional, Polres Bintan Tegaskan Pelayanan Humanis kepada Masyarakat

Pembuatan Mi Lakse

Sebagian tepung sagu dimasak dengan air hingga menjadi adonan biang yang kental. Adonan panas ini kemudian dicampur dengan sisa tepung sagu dan air panas secukupnya hingga kalis dan bisa dibentuk.

"Adonan lakse kemudian dicetak menggunakan alat khusus langsung ke dalam air mendidih. Mi sagu yang sudah matang akan mengapung dan terlihat bening," jelas Safarida.

Mi lakse yang telah matang ditiriskan, dibilas dengan air bersih, dan siap diolah menjadi berbagai hidangan seperti lakse kuah atau lakse goreng.

Kuah Lakse Khas Lingga

Baca Juga: Pecinta Laksa Wajib Tahu, Ini 3 Mie Kari Laksa Terbaik di Batam

Kuah lakse biasanya dibuat dari ikan kembung atau ikan bilis, santan, serta racikan bumbu rempah seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, ketumbar, bubuk kari, dan daun kari.

Ikan direbus terlebih dahulu untuk diambil kaldunya, kemudian daging ikan dihaluskan. Bumbu ditumis hingga harum, lalu dicampur dengan kaldu ikan, santan encer, dan daging ikan. Setelah mendidih, santan kental ditambahkan hingga kuah mengental dan bumbu meresap sempurna.

Penyajian

Mi lakse disajikan dalam mangkuk, lalu disiram kuah kari ikan yang hangat. Sebagai pelengkap, biasanya ditambahkan tauge, mentimun, kol, bawang goreng, cabai, hingga sambal sesuai selera.

"Untuk topping, biasanya disesuaikan dengan selera masing-masing," tutup Safarida.

Kini, lakse tidak hanya menjadi hidangan tradisional saat hari besar, tetapi juga terus hidup sebagai kuliner khas Lingga yang diwariskan lintas generasi dan memiliki nilai budaya serta ekonomi yang tinggi. (*)

 

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Kuliner Lingga #kuliner #Lakse khas Lingga #Lakse