batampos - Industri hiburan global kembali diguncang kabar besar.
Dua layanan streaming ternama, HBO Max dan Paramount+, dilaporkan berpotensi digabung menjadi satu platform terpadu jika proses merger perusahaan induk mereka rampung.
Pihak Paramount menyatakan bahwa setelah merger dengan Warner Bros selesai akan ada rencana menggabungkan konten dan layanan streaming dari kedua platform menjadi satu entitas.
"Tujuan utama penggabungan adalah menciptakan satu platform streaming yang lebih kuat dan kompetitif dengan konten gabungan dari kedua layanan," ujar CEO Paramount Skydance, David Ellison, dikutip dari The Verge, Selasa (2/3).
Pengumuman datang setelah Paramount memenangkan tawaran akuisisi dari Netflix dalam perebutan kepemilikan studio besar dan aset streaming.
Penggabungan akan menciptakan platform streaming global yang lebih kuat dengan total mencakup lebih dari 200 juta pelanggan langsung ke konsumen (DTC) di seluruh dunia.
Walaupun layanan akan digabung, brand HBO akan tetap dipertahankan secara independen di dalam struktur baru tersebut.
Ini akan menjadi pesaing lebih serius terhadap raksasa streaming seperti Netflix dan Disney+.
Dorongan untuk integrasi dua layanan muncul setelah Paramount Skydance mengajukan tawaran senilai sekitar $110 miliar untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery, termasuk film, jaringan kabel, dan layanan streaming seperti HBO Max.
Kesepakatan diharapkan tutup pada kuartal ketiga 2026 jika semua persetujuan regulasi dan pemegang saham berjalan lancar.
Jika penggabungan terjadi, langkah ini akan menjadi salah satu konsolidasi terbesar dalam sejarah streaming global.
Proses merger belum selesai dan memerlukan sejumlah persetujuan antimonopoli dan regulasi di beberapa negara.(*)
Editor : Juliana Belence