Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Cari Penyebab Kematian, Polisi Bongkar Makam Pegawai Imigrasi untuk Autopsi

Ihsan Imaduddin • Senin, 20 Oktober 2025 | 11:00 WIB
Warga mendirikan tenda untuk keperluan autopsi.
Warga mendirikan tenda untuk keperluan autopsi.

batampos- Kepolisian Resor (Polres) Anambas dijadwalkan akan melakukan autopsi terhadap jenazah pegawai Imigrasi Tarempa, Harsyad, yang ditemukan tewas secara misterius beberapa hari lalu. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban yang hingga kini masih menjadi tanda tanya besar di kalangan masyarakat.

Menjelang pelaksanaan autopsi, suasana di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tarempa Barat tampak sibuk. Polisi bersama masyarakat terlihat bergotong royong mendirikan tenda yang akan digunakan oleh tim forensik dari RS Bhayangkara Polda Kepri, Minggu, (19/10).

Kapolsek Siantan, Iptu Sutomo, terlihat hadir di lokasi. Ia memantau langsung persiapan pelaksanaan autopsi sekaligus memastikan keamanan dan ketertiban di sekitar area pemakaman. “Kami pastikan proses berjalan aman dan tertib,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, autopsi akan dipimpin langsung oleh Dokter Leonardo, Kepala RS Bhayangkara Polda Kepri yang juga merupakan ahli forensik. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan kejelasan terkait penyebab kematian korban.

Autopsi ini menjadi langkah penting bagi pihak kepolisian untuk memastikan apakah kematian Harsyad murni karena faktor alami atau terdapat unsur kekerasan di balik peristiwa tersebut. Hingga saat ini, hasil pemeriksaan awal belum menunjukkan kesimpulan pasti.

“Iya, akan dilakukan autopsi. Saat ini kami sedang menunggu kedatangan tim forensik dari Polda Kepri,” ujar Kapolsek Siantan, Iptu Sutomo, saat dijumpai oleh Batam Pos.

Sutomo menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan waktu kedatangan tim forensik. Hal itu dikarenakan perjalanan menuju Anambas cukup sulit dan sering terkendala transportasi udara.

“Belum tahu pasti. Tadi informasinya tim belum berangkat karena mendadak, jadi kemungkinan terkendala tiket pesawat. Kami hanya fokus mengamankan area pemakaman,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Anambas, AKP Bambang Sutmoko, belum banyak memberikan keterangan terkait perkembangan penyelidikan. Ia menyebut pihaknya masih menghormati suasana duka keluarga korban.

“Kalau sudah hari H autopsi, nanti kami informasikan. Kami ingin memberikan informasi yang akurat dan jelas kepada rekan-rekan media. Mohon bersabar,” ujar Bambang Sutmoko saat dihubungi Batam Pos.

Sebagai informasi, Harsyad yang merupakan pegawai Imigrasi Tarempa ditemukan tewas di semak-semak di kawasan menuju Kampung Flores, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, pada Jumat pagi (17/10).

Kematian pria berusia 53 tahun itu menggemparkan masyarakat Tarempa karena terjadi secara tiba-tiba dan penuh misteri. Warga terakhir kali melihat korban masih dalam keadaan sehat sebelum akhirnya hilang kontak pada malam hari.

Berdasarkan keterangan kerabat, sebelum ditemukan tewas, Harsyad sempat dijemput oleh seorang pria misterius sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Pria tersebut mengenakan jaket dengan penutup kepala (hoodie), sehingga identitasnya belum diketahui hingga kini.

Polres Anambas berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan memastikan seluruh proses penyelidikan berjalan transparan. Masyarakat pun berharap hasil autopsi dapat segera mengungkap tabir di balik kematian Harsyad yang menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan rekan kerjanya. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#autopsi