Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Razia THM di Siantan, 45 Orang Jalani Screening HIV/AIDS

Ihsan Imaduddin • Jumat, 26 Desember 2025 | 19:18 WIB
Petugas Satpol PP bersama tenaga medis Puskesmas Tarempa melakukan screening HIV/AIDS terhadap LC dan pengunjung tempat hiburan malam di Pulau Siantan, Anambas. F. Barry untuk Batam Pos
Petugas Satpol PP bersama tenaga medis Puskesmas Tarempa melakukan screening HIV/AIDS terhadap LC dan pengunjung tempat hiburan malam di Pulau Siantan, Anambas. F. Barry untuk Batam Pos

batampos – Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kepulauan Anambas bersama Puskesmas Tarempa menggelar razia di sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Pulau Siantan. Dalam operasi tersebut, 45 orang menjalani pemeriksaan atau screening HIV/AIDS.

Pemeriksaan dilakukan terhadap individu yang terjaring razia di THM serta kos-kosan yang diduga menjadi lokasi aktivitas berisiko. Dari total yang diperiksa, 13 orang merupakan pengunjung THM, 13 lainnya wanita pemandu lagu (lady companion/LC), sementara sisanya ditemukan berada di sekitar lokasi karaoke dan tempat tinggal LC saat penertiban berlangsung.

Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Anambas, Barry Narwan, mengatakan seluruh peserta screening sebelumnya diamankan saat razia di beberapa tempat karaoke di Tarempa.

“Mereka terjaring razia di tempat hiburan malam, termasuk LC yang kami amankan di kos-kosan,” ujar Barry, Jumat (26/12).

Menurut Barry, screening HIV/AIDS dilakukan sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini penyakit menular seksual, mengingat lingkungan THM memiliki tingkat kerawanan penularan yang cukup tinggi.

“Pengawasan kesehatan di lokasi-lokasi berisiko perlu dilakukan secara berkala,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Satpol PP menggandeng tim medis Puskesmas Tarempa. Hingga saat ini, hasil pemeriksaan terhadap 45 orang tersebut masih menunggu laporan resmi dari pihak Puskesmas.

“Untuk hasilnya, kami masih menunggu laporan dari Puskesmas,” katanya.

Barry menambahkan, razia dan pemeriksaan serupa juga dilakukan di Pulau Matak. Di wilayah tersebut, petugas menyisir tiga kafe dan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para LC.

“Hasil pemeriksaan di Pulau Matak semuanya negatif. Meski begitu, pemantauan tetap kami lakukan secara berkala,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pendataan LC di Pulau Matak relatif lebih mudah karena aktivitas mereka berada di bawah koordinasi seorang mami. Hal ini berbeda dengan kondisi di Pulau Siantan, di mana LC bekerja secara mandiri.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tarempa, Selasri Rabia Januarti, membenarkan pihaknya telah melakukan rapid test HIV/AIDS terhadap 45 orang yang mayoritas merupakan LC.

“Kami membantu Satpol PP melakukan rapid test untuk mengetahui ada atau tidaknya infeksi HIV/AIDS,” katanya.

Namun Selasri menegaskan, hasil pemeriksaan bersifat rahasia dan tidak dapat dipublikasikan.

“Hasil screening adalah rahasia medis. Hanya petugas kesehatan dan yang bersangkutan yang berhak mengetahuinya,” tegasnya.

Ia memastikan, apabila ditemukan kasus HIV/AIDS, Puskesmas akan memberikan penanganan medis, pendampingan, serta edukasi guna mencegah penularan lebih lanjut. (*)

Editor : M Tahang
#anambas #ScreeningHIVAIDS #RaziaTHM