Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Mudik Sepi, Warga Tionghoa Anambas Rayakan Imlek di Rantau

Ihsan Imaduddin • Sabtu, 7 Februari 2026 | 10:00 WIB
KM Bukit Raya sedang bersandar di Pelabuhan Tarempa, Jumat, (6/2/2026). Kondisi sepi penumpang. Jelang imlek banyak warga Tionghoa memilih merayakan di daerah rantauan. F Ihsan Imaduddin/Batam Pos
KM Bukit Raya sedang bersandar di Pelabuhan Tarempa, Jumat, (6/2/2026). Kondisi sepi penumpang. Jelang imlek banyak warga Tionghoa memilih merayakan di daerah rantauan. F Ihsan Imaduddin/Batam Pos

Batampos - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 17 Februari mendatang, jumlah penumpang di Kabupaten Kepulauan Anambas diperkirakan tidak akan mengalami lonjakan signifikan.Kondisi ini berbeda dengan momen libur besar lainnya yang biasanya diikuti peningkatan arus penumpang.

Tradisi pulang ke kampung halaman saat Imlek kini mulai berkurang. Banyak warga memilih merayakan Imlek di tempat mereka merantau, seperti Batam dan Tanjungpinang.

Tokoh Tionghoa Anambas, Acia, mengatakan fenomena ini sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, sudah sekitar tiga tahun terakhir warga Tionghoa Anambas tidak ramai pulang ke daerah asal.

“Sudah tiga tahun terakhir lah, banyak warga kami tak pulang. Lebih pilih rayakan di perantauan macam Batam dan Tanjungpinang,” ujar Acia saat ditemui di Pelabuhan Tarempa, Jumat (6/2/2026) pagi.

Acia menjelaskan, salah satu alasan utama warga memilih tidak pulang adalah karena mereka sudah menetap lama di perantauan. Banyak dari mereka yang telah memiliki keluarga besar di luar daerah.

Sebagian besar warga Tionghoa Anambas di perantauan sudah berkeluarga, bahkan telah memiliki anak dan cucu. Hal ini membuat mereka merasa lebih praktis dan nyaman merayakan Imlek di tempat tinggal saat ini.

Selain itu, faktor biaya dan waktu perjalanan juga menjadi pertimbangan. Perjalanan laut yang cukup panjang dinilai melelahkan, terutama bagi warga yang sudah berusia lanjut.

Acia menambahkan, warga biasanya hanya pulang ke Anambas pada momen tertentu saja. Salah satunya ketika ada keperluan adat atau keagamaan khusus.

“Mereka pulang ketika ada sembahyang arwah atau leluhur saja,” jelas Acia yang saat itu hendak berangkat ke Batam untuk merayakan Imlek bersama anaknya.

Sementara itu, pantauan Batam Pos di Pelabuhan Tarempa menunjukkan kondisi yang masih sepi. Aktivitas penumpang belum terlihat meningkat meski Imlek tinggal menghitung hari.

Saat kapal KM Bukit Raya yang melayani rute Tarempa–Kijang, Kabupaten Bintan, sandar di pelabuhan, jumlah penumpang tampak tidak banyak.

Penumpang yang ada didominasi oleh warga yang hendak mengurus keperluan pribadi maupun pekerjaan ke Tanjungpinang dan Batam, bukan untuk pulang kampung Imlek.

Petugas Pelabuhan Tarempa, Raihan, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan bahwa baik kapal Pelni maupun kapal ferry belum menunjukkan peningkatan jumlah penumpang.

“Penumpang sepi baik kapal Pelni maupun kapal ferry. Jelang Imlek memang sepi,” ucap Raihan.

Dengan kondisi tersebut, arus penumpang jelang Imlek di Kabupaten Kepulauan Anambas dipastikan masih landai, mencerminkan perubahan pola perayaan Imlek yang kini lebih banyak dirayakan bersama keluarga di perantauan daripada pulang ke kampung halaman. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#anambas #mudik imlek #tradisi imlek