batampos - Umat Tionghoa di Kabupaten Kepulauan Anambas menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Kuda Api dengan penuh khidmat. Sejumlah persiapan dilakukan di Vihara Gunung Dewa Siantan, Desa Sri Tanjung, Kecamatan Siantan, menjelang perayaan yang jatuh pada Selasa (17/2).
Pantauan di lokasi, lampion merah mulai menghiasi area vihara. Lilin-lilin besar dibersihkan, altar ditata rapi, dan ornamen khas Imlek dipasang. Warga juga bergotong royong membersihkan halaman, mengecat pagar, hingga memasang simbol-simbol keberuntungan.
Ketua Vihara Gunung Dewa Siantan, Elly, mengatakan tradisi mengenakan pakaian serba merah tetap dijalankan sebagai simbol keberanian, keberuntungan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.
“Umat akan berdoa bersama di vihara untuk memohon kesehatan, rezeki, dan keselamatan di tahun yang baru,” ujar Elly saat menerima kunjungan Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan, Rabu (11/2).
Menurutnya, doa bersama menjadi momen penting untuk mempererat kebersamaan serta memanjatkan harapan agar keluarga tetap harmonis dan usaha berjalan lancar.
Meski demikian, terdapat perbedaan tradisi Imlek di Anambas dibandingkan kota-kota besar seperti Batam atau Tanjungpinang. Umat Tionghoa di Siantan tidak memiliki tradisi menyajikan ikan dingkis bertelur yang di sejumlah daerah dipercaya sebagai simbol kemakmuran dan keberlimpahan.
“Di sini tidak ada tradisi makan ikan dingkis. Kami lebih menyiapkan kue-kue khas Tionghoa,” jelas Elly.
Ia menyebut kondisi perairan Anambas yang jernih dan berbatu karang membuat ikan dingkis—yang umumnya hidup di wilayah berlumpur—jarang ditemukan.
Sebagai gantinya, kue keranjang, kue lapis, dan berbagai penganan manis tetap disiapkan sebagai simbol harapan hidup yang manis dan penuh keberkahan.
Elly berharap perayaan Imlek tahun ini berlangsung aman dan lancar. Ia juga mengapresiasi dukungan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas.
Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan, menegaskan pihaknya akan menurunkan personel untuk pengamanan selama rangkaian ibadah berlangsung.
“Kami siap melakukan pengamanan agar umat dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” tegas Dodi.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Imlek sebagai momentum memperkuat toleransi dan persaudaraan lintas suku dan agama di Anambas. (*)
Editor : Jamil Qasim