Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

PAD Tak Digarap Serius dan Banyak Kebocoran, Raja Bayu Sentil OPD Anambas

Ihsan Imaduddin • Senin, 2 Maret 2026 | 21:15 WIB

Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu. F Ihsan Imaduddin/Batam Pos
Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu. F Ihsan Imaduddin/Batam Pos

Batampos - Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, menegaskan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib bersatu untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini masih bergantung pada dana transfer pemerintah pusat.

Penegasan itu disampaikan Raja Bayu di hadapan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Masjid Agung Baitul Ma’mur Tarempa, Senin (2/3/2026). Ia langsung menyoroti lemahnya kontribusi PAD terhadap kas daerah.

“Selama ini PAD kita masih sangat bergantung pada transfer pusat. Ini harus kita ubah,” tegas Raja Bayu.

Ia meminta seluruh OPD tidak lagi bekerja sendiri-sendiri dalam mengelola potensi pendapatan daerah. Menurutnya, peningkatan PAD harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya satu atau dua instansi.

“Saya minta semua OPD bersatu. Jangan saling menunggu. Kita harus kompak untuk menaikkan PAD,” ujar Raja Bayu.

Raja Bayu menyebut sejumlah sektor yang bisa segera dioptimalkan, salah satunya retribusi parkir. Ia menilai pengelolaan parkir harus lebih tertib agar tidak terjadi kebocoran penerimaan.

“Parkir harus dikelola serius. Jangan sampai ada kebocoran yang merugikan daerah,” kata politisi Partai Golkar ini.

Selain parkir, biaya sandar kapal di Pelabuhan Sri Siantan juga menjadi perhatian. Ia menilai pelabuhan sebagai salah satu sumber pendapatan yang potensinya belum tergarap maksimal.

“Pelabuhan Sri Siantan ini aset daerah. Biaya sandar harus jelas, tertib, dan sesuai aturan,” tegasnya.

Raja Bayu juga menekankan optimalisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ia meminta OPD terkait memperbaiki pendataan dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

“PBB harus kita genjot. Data harus akurat dan penagihan harus maksimal,” ujarnya.

Tak hanya itu, Pajak Kendaraan Bermotor juga menjadi sorotan. Ia meminta segera dilakukan koordinasi dengan pihak Samsat untuk meningkatkan penerimaan dari sektor tersebut.

“Segera koordinasi dengan Samsat. Pajak kendaraan bermotor ini potensi besar yang tidak boleh kita abaikan,” kata Raja Bayu.

Menurutnya, semua potensi pendapatan, baik retribusi maupun pajak, harus digarap secara maksimal demi memperkuat keuangan daerah. Ketergantungan terhadap dana pusat, kata dia, tidak bisa terus dipertahankan.

"Kalau kita ingin daerah ini mandiri dan pembangunan berjalan lebih cepat, maka PAD harus kita tingkatkan mulai sekarang,” tutupnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Raja Bayu #PAD Anambas