Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Dapur MBG Air Asuk Ditutup Sementara, BGN Tak Ingin Mitra Merugi

Ihsan Imaduddin • Kamis, 23 April 2026 | 17:45 WIB
KETUA tim investigasi BGN, Arie Karimah Muhammad (berbatik merah) saat meninjau lokasi dapur MBG Air Asuk, Kamis (23/4/2026). F Ihsan Imaduddin/Batam
KETUA tim investigasi BGN, Arie Karimah Muhammad (berbatik merah) saat meninjau lokasi dapur MBG Air Asuk, Kamis (23/4/2026). F Ihsan Imaduddin/Batam

Batampos - Dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, ditutup sementara menyusul kasus keracunan massal yang menimpa 155 pelajar dan beberapa orangtua.

Penutupan dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sambil menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Ketua Tim Investigasi BGN, Arie Karimah Muhammad, mengatakan penutupan tersebut bersifat sementara hingga penyebab pasti kejadian diketahui.

“Sebelum hasil investigasi keluar, operasional dapur kami hentikan sementara. Setelah itu akan kami evaluasi,” ujar Arie, Kamis (23/4/2026).

Ia menegaskan, BGN tidak serta-merta menutup permanen dapur MBG yang bermasalah, terutama karena mempertimbangkan investasi besar dari pihak mitra.

Baca Juga: A*POP Segera Rilis, Tyla Tampilkan Evolusi Musik yang Lebih Matang

“Kalau ditutup permanen, tentu merugikan mitra karena mereka sudah investasi miliaran rupiah. Kami akan beri kesempatan untuk perbaikan,” katanya.

Menurut Arie, penutupan permanen hanya akan dilakukan jika ditemukan pelanggaran serius yang berulang dan tidak diperbaiki.

“Kalau masih bisa diperbaiki, kita beri kesempatan. Tapi kalau kesalahan yang sama terulang, baru akan ditutup,” tegasnya.

Dalam proses investigasi, tim BGN telah meninjau langsung dapur MBG Air Asuk, mulai dari area produksi, pemorsian makanan hingga pengelolaan limbah.

Baca Juga: BAZNAS Batam Permudah Akses Kurban, Sasar Mustahik di Hinterland

Selain itu, tim juga berkoordinasi dengan tenaga medis di Puskesmas Siantan Tengah dan RSUD Palmatak untuk mengumpulkan data kondisi korban.

Kasus keracunan ini menjadi perhatian serius karena melibatkan 155 pelajar yang mengonsumsi makanan dari program MBG.

BGN memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#BGN #keracunan mbg