Batampos - Kondisi area permainan anak-anak di Taman Bermadah, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, memprihatinkan. Sejumlah fasilitas bermain terlihat rusak dan dinilai membahayakan keselamatan anak-anak yang datang bermain.
Pantauan Batam Pos, beberapa wahana permainan seperti perosotan, ayunan hingga jungkat-jungkit mengalami kerusakan cukup parah. Cat pada besi permainan terlihat mengelupas dan dipenuhi karat.
Selain berkarat, beberapa sambungan besi pada wahana permainan juga terlihat mulai rapuh. Bahkan, ada bagian ayunan yang tampak miring dan tidak stabil saat digunakan anak-anak.
Baca Juga: Harga Ayam Potong dan Daging Naik di Tanjungpinang, Ini Kata Disdagin
Di sekitar area taman, lantai permainan juga terlihat kurang terawat. Rumput liar mulai tumbuh di sejumlah sudut taman dan sebagian permukaan semen tampak retak.
Kondisi tersebut membuat para orang tua khawatir saat membawa anak bermain di taman yang selama ini menjadi salah satu ruang terbuka favorit masyarakat Tarempa itu.
Salah seorang warga, Dadang Hermawan mengaku prihatin dengan kondisi taman bermain tersebut. Ia mengatakan kerusakan fasilitas sudah terjadi sejak dua tahun terakhir.
“Sudah lama rusaknya, kurang lebih dua tahun belakangan ini. Sebelum masa jabatan Bupati Abdul Haris selesai, kondisinya memang sudah mulai rusak,” kata Dadang, Senin (18/5).
Menurut Dadang, hingga saat ini belum terlihat adanya perbaikan menyeluruh terhadap fasilitas permainan anak di taman tersebut.
Ia menilai kondisi permainan yang sudah berkarat dan rapuh sangat berbahaya jika tetap digunakan anak-anak tanpa perbaikan.
“Kalau dibiarkan terus takutnya ada anak yang terluka. Besinya sudah banyak yang tajam karena karat dan cat yang terkelupas,” ujarnya.
Dadang berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat agar taman tersebut kembali aman dan nyaman digunakan masyarakat.
“Kasihan anak-anak kalau tempat bermainnya seperti ini. Kami berharap segera diperbaiki karena taman ini ramai setiap sore,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng mengaku telah menerima laporan terkait kondisi Taman Bermadah yang mulai rusak.
Aneng mengatakan dirinya sudah meminta jajaran terkait untuk turun langsung mengecek kondisi fasilitas permainan anak-anak di lokasi tersebut.
Baca Juga: Pagani Kembali Hidupkan Zonda, Hypercar Legendaris Belum Mau Pensiun
“Saya sudah minta anggota mengecek langsung kondisinya. Dan buat perencanaan renovasi agar anak-anak aman bermain,” kata Aneng saat dihubungi.
Menurut Aneng, pemerintah daerah berkomitmen memperbaiki fasilitas publik, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan dan kenyamanan anak-anak.
Untuk mendukung renovasi taman, Aneng juga membuka kemungkinan memanfaatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Kepulauan Anambas.
"Secepatnya terealisasi mohon doanya, agar anak-anak nyaman bermain," pungkas Aneng. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak