batampos – Aktivitas truk pengangkut tanah di kawasan Piayu Laut dan Bagan, Kecamatan Seibeduk, terus dikeluhkan masyarakat. Truk yang beroperasi hingga malam hari itu dinilai membahayakan pengguna jalan karena kerap melaju ugal-ugalan.
Selain melaju dengan kecepatan tinggi, sejumlah sopir truk disebut sering berkendara beriringan hingga menguasai badan jalan. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, merasa waswas saat melintas.
Henta, salah seorang warga, mengaku nyaris mengalami kecelakaan saat melintas di kawasan tersebut. Ia mengatakan motornya hampir terjatuh setelah diserempet dua truk tanah yang melaju berdampingan.
“Sopir truk ini seenaknya, ugal-ugalan dan kejar-kejaran di jalan,” ujarnya, Jumat (1/5).
Menurut dia, bukan hanya cara berkendara sopir yang membahayakan, tetapi banyak truk yang melintas tanpa menggunakan penutup terpal. Akibatnya, tanah dan batu dari bak truk kerap berceceran hingga mengenai pengendara di belakangnya.
Kondisi itu diperparah dengan debu tebal yang memenuhi sepanjang jalan pada malam hari. Debu berasal dari tanah yang jatuh dari kendaraan pengangkut dan mengganggu jarak pandang pengendara.
“Kalau malam debunya sangat tebal. Tanah berjatuhan di jalan dan sangat mengganggu pengendara,” katanya.
Henta berharap pemerintah maupun aparat terkait segera turun tangan melakukan penertiban terhadap aktivitas truk tanah tersebut. Ia meminta ada pengawasan ketat terhadap jam operasional maupun kelayakan kendaraan yang melintas.
“Kami mau lapor juga tidak tahu harus ke mana. Harapannya ada tindakan supaya sopir tidak sesukanya di jalan,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Amri, warga lainnya. Menurut dia, ruas jalan Piayu Laut dan Bagan memang rawan kecelakaan, terlebih karena minim penerangan jalan pada malam hari.
“Jalan di sini memang gelap, ditambah truk tanah yang melaju kencang. Pengendara harus ekstra hati-hati,” ujarnya.
Warga berharap adanya penindakan tegas terhadap sopir truk yang melanggar aturan lalu lintas demi mencegah terjadinya kecelakaan di kawasan tersebut. (*)
Editor : Jamil Qasim