Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kenaikan BBM Nonsubsidi Beruntun Tekan Usaha Logistik Batam

Abdul Azis Maulana • Rabu, 6 Mei 2026 | 14:34 WIB
ILUSTRASI kenaikan BBM nonsubsidi yang berimbas pada sektor logistik, berpengaruh terhadap kenaikan bahan pangan yang dipasok dari luar daerah akibat ongkos distribusi melonjak. Foto: chatgpt
ILUSTRASI kenaikan BBM nonsubsidi yang berimbas pada sektor logistik, berpengaruh terhadap kenaikan bahan pangan yang dipasok dari luar daerah akibat ongkos distribusi melonjak. Foto: chatgpt

batampos  — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang terjadi dua kali dalam waktu berdekatan memicu tekanan serius bagi dunia usaha, khususnya sektor logistik di Batam, Kepulauan Riau.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Batam, Yasser Hadeka Daniel, menilai kebijakan penyesuaian harga yang dilakukan tanpa jeda cukup menyulitkan pelaku usaha dalam mengatur strategi bisnis.

“Kami tidak bisa serta-merta langsung menaikkan tarif angkutan. Sebelumnya sudah ada penyesuaian, sehingga tidak ideal jika dalam waktu kurang dari satu bulan harus menaikkan tarif hingga dua kali,” ujarnya, Rabu (6/5).

Menurut Yasser, saat ini pelaku usaha logistik memilih menahan kenaikan tarif sambil mencermati perkembangan kondisi ekonomi. Langkah tersebut diambil untuk menjaga stabilitas usaha sekaligus menghindari dampak lanjutan terhadap pelanggan.

Namun demikian, kenaikan harga BBM tetap memberikan tekanan signifikan terhadap biaya operasional. Kondisi ini semakin berat karena terjadi bersamaan dengan penurunan volume kontainer di Batam pada kuartal pertama tahun ini.

“Kondisi ini seperti efek domino. Saat volume kontainer menurun, kami sudah terdampak. Ditambah kenaikan BBM, tentu semakin menekan biaya operasional perusahaan,” jelasnya.

Meski menghadapi tekanan ganda, ALFI Batam mengaku belum menerima laporan terkait dampak ekstrem seperti penutupan usaha atau pengurangan tenaga kerja. Pihaknya masih terus memantau perkembangan situasi dan berharap kondisi tidak semakin memburuk.

Di sisi lain, keluhan juga datang dari masyarakat yang menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi terlalu cepat dan belum sepenuhnya mempertimbangkan daya beli.

Masyarakat berharap pemerintah dapat lebih cermat dalam menetapkan kebijakan, khususnya yang berdampak langsung terhadap biaya hidup dan aktivitas ekonomi. (*)

 

Editor : Putut Ariyotejo
#BBM nonsubsidi #Harga BBM #logistik Batam #ekonomi batam