Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Delapan Bulan Krisis Air, BP Batam Janjikan Evaluasi Jaringan di Rhabayu Green

Rengga Yuliandra • Minggu, 10 Mei 2026 | 22:35 WIB
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai mengevaluasi sistem distribusi air bersih di Perumahan Rhabayu Green, Dapur 12, Sei Pelunggut, Sagulung, menyusul keluhan warga terkait krisis air yang berlangsung selama delapan bulan terakhir.

BP Batam menyatakan akan meninjau kebutuhan tambahan jaringan pipa dan kapasitas produksi air guna memperkuat distribusi ke kawasan tersebut.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan jaringan air di Perumahan Rhabayu Green baru dipasang pada 2025 melalui skema percepatan dengan jaringan awal yang dibangun pengembang perumahan.

Baca Juga: BP Batam Kaji Pasokan Air Bersih dari Lingga untuk Penuhi Kebutuhan Batam

“Untuk Rhabayu Green, informasinya pemasangan dilakukan tahun 2025 dengan percepatan, sehingga jaringan pipa awal berasal dari developer,” ujar Ariastuty, Minggu (10/5).

Menurut dia, BP Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABH) saat ini tengah melakukan evaluasi teknis untuk menentukan kebutuhan tambahan jaringan dan penguatan suplai air di kawasan tersebut.

“Kami akan review kebutuhan tambahan pipa dan tambahan produksi untuk Rhabayu Green. Kemungkinan bisa masuk dalam kuartal tahap berikutnya,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi respons atas keluhan warga yang mengaku pasokan air bersih di lingkungan mereka tidak normal selama berbulan-bulan. Air disebut hanya mengalir pada tengah malam hingga dini hari dengan durasi terbatas.

Salah seorang warga, Rudi, mengatakan kondisi itu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari warga.

Baca Juga: Bina Marga Batam Siapkan Penanganan Jalan Amblês di Batam Center

“Sudah delapan bulan kami mengalami krisis air dan sampai sekarang belum ada solusi pasti. Kalau siang sampai malam mati total, kadang air cuma mengalir beberapa jam tengah malam,” ujarnya.

Warga juga mengeluhkan belum adanya kepastian penanganan antara pihak pengembang dan ABH terkait distribusi air di kawasan tersebut.

Selain persoalan teknis, status administrasi perumahan yang belum sepenuhnya diserahterimakan pengembang disebut ikut memengaruhi lambatnya penyelesaian masalah. Sebagian tagihan air warga hingga kini masih tercatat atas nama perusahaan pengembang, bukan pelanggan individu.

BP Batam memastikan evaluasi teknis akan terus dilakukan agar penguatan jaringan distribusi di kawasan Sagulung, khususnya Perumahan Rhabayu Green, dapat segera direalisasikan.

Langkah itu diharapkan mampu menjadi solusi agar warga memperoleh pasokan air bersih yang normal dan stabil. (*)

Editor : M Tahang
#Perumahan Rhabayu Green #penguatan jaringan distribusi #bp batam #krisis air