batampos – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam mulai melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ribuan hewan kurban yang tersebar di sejumlah lokasi penampungan ternak di Batam.
Pemeriksaan dilakukan di lima kawasan utama penampungan hewan kurban, mulai dari Sei Temiang hingga wilayah Nongsa. Total ternak yang diperiksa diperkirakan mencapai sekitar 17 ribu ekor.
Dokter hewan DKPP Batam, Samuel Tampubolon, mengatakan pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan menyisir kandang-kandang ternak di berbagai wilayah.
“Kemarin lokasi pemeriksaan di kandang-kandang Sei Temiang. Hari ini menyisir kandang di luar Temiang seperti di sekitar Jembatan Barelang, Sei Beduk, Batu Ampar, dan Nongsa,” ujar Samuel di Batam, Rabu.
Ia menyebut jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan, terutama untuk sapi.
Baca Juga: Pemko Batam Siapkan Pelebaran Jalan Tengku Sulung
“Untuk kambing kurban tahun ini kami lihat ada 11 sampai 13 ribu ekor. Lalu untuk sapi meningkat dari biasanya 3.500 ekor, tahun ini terdapat sekitar 5.200 ekor. Namun ini masih menjadi estimasi, kira-kira yang sudah kami cek 17 ribu hewan ternak,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan awal di kawasan Sei Temiang, kondisi ternak secara umum dinilai baik dan layak dijadikan hewan kurban.
“Untuk keseluruhan di Temiang kemarin menunjukkan hasil baik. Nanti data akan dikumpulkan dari seluruh pengecekan hewan,” ujarnya.
Samuel menjelaskan pemeriksaan dilakukan melalui pengecekan fisik eksternal untuk memastikan ternak dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat kurban.
Salah satu indikator utama yang diperiksa ialah elastisitas kulit atau turgor kulit ternak. Kondisi tersebut menjadi penanda apakah hewan mengalami kekurangan gizi atau tidak.
“Kalau kulit ditarik tidak langsung kembali ke posisi semula berarti ternak kekurangan gizi atau malnutrisi,” jelasnya.
Selain itu, petugas juga memeriksa kondisi mukosa mata, mulut, dan lidah ternak guna memastikan tidak ada tanda abnormalitas maupun penyakit.
DKPP Batam juga menggunakan penilaian Body Condition Score (BCS) dengan standar ideal di rentang angka empat hingga lima.
“Kalau BCS 3 biasanya sudah mulai terlihat tulang rusuk dan itu tidak layak dijadikan hewan kurban. Di kandang ini kami melihat BCS rata-rata 4 dan 5 jadi layak untuk menjadi hewan kurban,” kata Samuel saat meninjau salah satu kandang di Sambau, Nongsa.
Baca Juga: Serial The Boys Tamat Setelah 5 Musim, Final Epik Resmi Tayang Global
Untuk ternak jantan, pemeriksaan juga mencakup kondisi testis yang harus simetris serta postur tubuh dan kaki yang tegak tanpa kelainan.
Menjelang Hari Raya Iduladha, DKPP Batam juga akan melakukan pemeriksaan antemortem untuk mengecek suhu tubuh ternak sebelum disembelih.
Sebelumnya, DKPP Batam telah melakukan vaksinasi terhadap sekitar 1.400 ekor ternak guna mencegah penyebaran penyakit.
“Kami sudah mengimbau peternak jika menemukan gejala sakit agar segera lapor supaya bisa dilakukan pengobatan sebelum hari H. Kalau hanya demam biasa, kami ada obat dan dua hari juga bisa sembuh,” katanya.
Menurut Samuel, sebagian besar ternak yang diperiksa berasal dari Lampung dan Medan. Sebagian lainnya merupakan ternak lokal yang telah lama dipelihara di Batam.
Sementara itu, pemilik kandang ternak di Sambau, Nongsa, Dikin, mengatakan saat ini pihaknya menyediakan lebih dari 200 ekor kambing dan sekitar 90 ekor sapi.
“Kebanyakan ternak baru berasal dari Lampung. Ada juga yang bersisa dari tahun lalu masih kami rawat sampai sekarang,” ujarnya. (*)
Editor : Putut Ariyo